BENQ DIGITAL CAMERA

Berburu Golden Sunrise Nan Menawan di Bukit Sikunir Dieng

BENQ DIGITAL CAMERA

GOLDEN SUNRISE menampakkan diri dilihat dari Puncak Bukit Sikunir Dieng. (Suaramerdeka.com/Yulianto)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Jika Anda berwisata di Dieng Plateau atau Kawasan Dataran Tinggi Dieng, jangan sia-siakan waktu liburan untuk menyempatkan menikmati indahnya matahari terbit. Biasa dikenal dengan ‘Golden Sunrise’ dari Puncak Bukit Sikunir di Desa Sembungan, Dieng Wetan, Kabupaten Wonosobo.

Untuk mencapai Bukit Sikunir ini dari pusat kawasan Dieng, butuh waktu sekitar setengah jam menggunakan kendaraan baik
motor dan mobil. Desa ini berada di ketinggian sekitar 2.350 meter dari permukaan air laut, sehingga kerap menemui kondisi jalanan terjal dengan naik dan turun yang cukup curam. Maka para wisatawan harus berhati-hati dengan medan yang dilewatinya itu.

Belum lagi, suhu sangat dingin menyergap tubuh kita saat keluar dari rumah atau home stay saat akan menuju lokasi tersebut. Agar bisa melihat pemunculan Golden Sunrise ini, sebaiknya kita berangkat menuju Bukit Sikunir pada waktu subuh.

Sebab sampai di Desa Sembungan akan dilanjutkan dengan mendaki bukit Sikunir sekitar setengah jam perjalanan dengan tanjakan demi tanjakan tinggi, menemani sepanjang perjalanan kita. Untuk masuk ke objek wisata itu, setiap pengunjung dikenakan biaya untuk tiket masuk sebesar Rp 10.000.

Saat mendekati puncak bukit itu, kita akan terpana dengan warna langit yang sebelumnya gelap, berlahan-lahan warna langit berubah menjadi terang, kemerahan dan kekuningan. Tak lama kemudian diufuk timur, dengan malu-malu
matahari mulai menampakkan diri dengan menawannya, saat inilah momen yang dinanti-nantikan banyak wisatawan baik domestik dan mancanegara.

Salah satu pengunjung, Issahani mengatakan, bahwa dirinya baru kali pertama menikmati keindahan matahari terbit ‘Golden Sunrise’ yang sudah sangat terkenal di kalangan para wisatawan domestik dan turis asing. “Rasanya, menakjubkan bisa
melihat matahari terbit dari Puncak Bukit Sikunir, yang berada di salah satu desa  tertinggi di Jawa Tengah ini secara langsung,”kata Issahani.

“Meski capek mendaki dari bawah sampai ke puncak bukit, tapi saya puas setelah menikmati matahari terbit dengan warna emas ini. Apalagi pemandangan di puncak bukit juga ada Gunung Sindoro yang menambah keindahan hamparan alam dengan
leluasa mata memandang dari ketinggian,”kata wanita manis berkerudung ini.

Kemunculan Golden Sunrise dari balik awan tersebut sontak disambut gembira dan sorak –sorai oleh para pengunjung yang sengaja ingin melihat keindahan alam salah satu tanda kebesaran Tuhan. Rasa capek, lemas dan ngantuk saat mendaki hingga ke puncak bukit langsung menjadi sirna seketika karena telah terbayar impas oleh kemunculan Golden Sunrise yang sengaja diburu itu. Kemunculan matahari terbit ini langsung menjadi objek cepretan kamera handphone dan digital dari para pengunjung yang tak ingin kehilangan target untuk mengabadikan momen terindah di negari atas awan. (Yulianto/ CN40)

Comments

comments