Minggu , 25 Juni 2017

Home » Suara Pantura » Tim SKPT Pantau Peredaran Mi Korea Mengandung Babi

Tim SKPT Pantau Peredaran Mi Korea Mengandung Babi

20 Juni 2017 5:13 WIB Category: Suara Pantura Dikunjungi: kali A+ / A-
MEMANTAU: Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu Pemkab Tegal memantau peredaran mi instan produk Korea di swalayan dan minimarket, Senin (19/6). (suaramerdeka.com/Cessnasari)

MEMANTAU: Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu Pemkab Tegal memantau peredaran mi instan produk Korea di swalayan dan minimarket, Senin (19/6). (suaramerdeka.com/Cessnasari)

SLAWI,suaramerdeka.com – Temuan Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) adanya mi instan asal Korea yang positif mengandung fragmen DNA spesifik babi namun tidak mencantumkan peringatan “Mengandung Babi” pada label produk tersebut, langsung ditindaklanjuti Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) Kabupaten Tegal dengan melakukan pantauan di swalayan dan minimarket setempat, Senin (19/6).

Tim SKPT dari Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Koperasi UKM dipimpin oleh Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga, Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Edi Ismanto menyisir empat swalayan di Slawi dan sekitarnya. Yakni Yogya Toserba Slawi, BASA Banjaran, Indomaret dan Alfamart Trayeman.

Pemantauan dilakukan dalam rangka mengantisipasi peredaran produk, melakukan pemantauan dan penarikan produk dari peredaran apabila masih ditemukan produk tersebut.

Di empat swalayan dan minimarket tersebut, tim mencari produk Samyang Mi Instan U-Dong, Nongshim Mi Instan (Shin Ramyun Black), Samyang Mi Instan Rasa Kimchi dan
Ottogi Mi Instan(Yeul Ramen). Keempat produk yang diimpor PT Koin Bumi inilah yang ditarik peredarannya oleh BPOM. Hasil pantauan di empat tempat, tim SKPT tidakmenemukan empat produk tersebut dijual kepada konsumen.

Menurut Supervisor Food Supermarket Yogya Toserba Slawi Andi Satria Wibowo mengatakan, toserba itu tidak menjual empat produk mi asal Korea seperti yang dilarang BPOM. “Kami hanya menjual Samyang Hot Chicken Ramen. Produk ini tidak termasuk produk yang ditarik BPOM,”jelasnya.

Di BASA,Banjaran juga tidak ditemukan produk yang dilarang dijual. Produk ramen yang dijual di swalayan tersebut buatan perusahaan lain. “Kami memang tidak menjual mi Korea tersebut. Harganya lebih mahal dibanding mi lain. Padahal konsumen kami kalangan menengah kebawah,”jelas Supervisor Supermarket BASA Nursalim.

Sementara di Indomaret dan Alfamart Trayeman, tim SKPT tidak menemukan mi Korea yang dimaksud BPOM. Tim SKPT hanya menemukan produk Nongshim Shim Ramyun noodle soup yang dikemas dalam plastik dan kardus serta produk ramen yang diproduksi perusahaan lain.

Meski demikian, tim SKPT tetap mengambil produk tersebut untuk diteliti di laboratorium guna memastikan apakah produk mengandung babi atau tidak. Hal ini dikarenakan pada kemasan produk mi tersebut tidak mencantumkan label halal, melainkan hanya mencantumkan ijin BPOM.

“Sesuai Peraturan Kepala BPOM Nomor 12 Tahun 2016, pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan “Mengandung Babi”dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah di atas dasar warna putih,”jelas Nuryadi anggota tim SKPT.

Pada pemantaun tersebut, Tim SKPT sekaligus mensosialisasikan cara mengecek kehalalan dan izin BPOM suatu produk melalui aplikasi khusus yang dapat diunduh di internet.

Terkait penarikan produk mi asal Korea yang mengandung babi, Wakil Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan, jika ternyata produk tersebut beredar di Kabupaten Tegal, akan segera dilakukan penarikan oleh OPD terkait. Informasi tersebut juga akan disosialisasikan kepada penjual dan masyarakat.

(Cessnasari/CN39/SM Network)

Tim SKPT Pantau Peredaran Mi Korea Mengandung Babi Reviewed by on . [caption id="attachment_1080636" align="alignnone" width="400"] MEMANTAU: Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu Pemkab Tegal memantau peredaran mi instan produk Ko [caption id="attachment_1080636" align="alignnone" width="400"] MEMANTAU: Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu Pemkab Tegal memantau peredaran mi instan produk Ko Rating: 0