Minggu , 30 April 2017

Home » Pilkada Serentak 2017 » Tak Ada Keterbukaan, Teknis Pengawasan Pilkada Belum Selesai

Tak Ada Keterbukaan, Teknis Pengawasan Pilkada Belum Selesai

20 April 2017 15:40 WIB Category: Pilkada Serentak 2017 Dikunjungi: kali A+ / A-
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Teknis penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta dianggap sudah selesai. Namun, teknis pengawasan dinilai belum selesai, selama belum ada keterbukaan informasi publik.

“Khususnya di pihak Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, seperti keterbukaan informasi yang dituunjukkan oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta,” kata Direktur Eksekutif KIPP Indonesia Rindang Adrai dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/4).

Oleh karena itu, KIPP Jakarta menghimbau agar semua anggota Bawaslu DKI Jakarta tidak lagi mencalonkan diri sebagai bakal calon anggota Bawaslu DKI Jakarta dan atau sebagai penyelenggara di lembaga manapun.

“Hal tersebut karena tidak bisa memberikan jaminan perbaikan untuk Bawaslu DKI dan lembaga lainnya. Selain itu karena melihat ketidakseriusan Bawaslu DKI Jakarta dalam memenuhi hak asasi warga Jakarta, khususnya untuk tahu pengawasan Pilkada DKI Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, Bawaslu DKI Jakarta yang memiliki pengawas TPS, seharusnya membuat scanning hasil pengawasan. Dan hasil itu, seharusnya bisa dilihat oleh warga di portal Bawaslu DKI Jakarta.

“Jadi, Bawaslu DKI Jakarta jangan hanya bisa beretorika, tetapi warga tidak tahu hasil pengawasan disetiap TPS. Dari pengalaman putaran pertama, Bawaslu DKI tidak bisa menjelaskan proses pengawasan disetiap TPS,” tandasnya.

Padahal, semua pengawas TPS dibayar dan wajib profesional atas kewajiban mengawasi dan memberikan laporan pengawasan kepada Bawaslu. Sehingga, Bawaslu mampu memperbaiki proses pengawasan TPS. “Dan ke depan dapat membantu Bawaslu RI memuat kajian untuk perbaikan teknis pemungutan dan penghitungan suara,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, program pengawasan partisipatif berbasis android sampai sekarang tidak pernah diungkit-ungkit. Hal itu menandakan bahwa Gowaslu sebagai aplikasi dengan dana produksi yang tidak sedikit, telah gagal dan juga menjadi program yang sia-sia.

(Saktia Andri Susilo/ CN33/ SM Network)

Tak Ada Keterbukaan, Teknis Pengawasan Pilkada Belum Selesai Reviewed by on . [caption id="attachment_187127" align="alignnone" width="400"] Foto Istimewa[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Teknis penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta di [caption id="attachment_187127" align="alignnone" width="400"] Foto Istimewa[/caption] JAKARTA, suaramerdeka.com - Teknis penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta di Rating: 0