Foto: suaramerddeka.com / Heru Fajar

Xabre Sudah Delivery Nasional hingga Bangka dan Aceh

Foto: suaramerddeka.com / Heru Fajar

Foto: suaramerddeka.com / Heru Fajar

BANGKA, suaramerdeka.com – Delivery Xabre sudah sampai ke semua area Yamaha di Indonesia. Wilayah Sumatera termasuk yang paling baru menerima sport naked bike teranyar Yamaha itu.

Bangka dan Aceh mulai sibuk menyambut konsumen dan meraih penjualan. Pembeli sesuai target pria yang khususnya penyuka sport naked bike.

“Antusias masyarakat Bangka terhadap Xabre sangat positif, karena di sini memang banyak pecinta motor sport naked. Mereka ingin upgrade punya motor baru lebih nge-tren dan naik kelas. Xabre cukup menarik perhatian. Konsumen bilang lebih bagus lihat aslinya ternyata daripada lihat fotonya. Streefighter banget, tenaga besar, USD stabil dan nyaman, desain lampu bagus,” beber Oriansah Muharom, Area Control Marketing CV Sumber Jadi, Main Dealer Yamaha di Bangka Belitung.

Xabre dijual dengan harga on the road Rp 31.400.000 di Bangka. Area Bangka optimis motor berteknologi mesin 150cc LC4V Fuel Injection itu bakal eksis seperti halnya V-Ixion dan YZF-R15 yang laris manis di sana.

Sementara itu, sejak delivery Xabre sampai di Aceh pekan lalu, hasil penjualannya menggembirakan. Dari total 23 unit yang sudah tiba di “Tanah Rencong” itu, lebih dari setengahnya laku dibeli. Itu termasuk 9 konsumen dari booking online. Harganya Rp 32.800.000 on the road.

“Setelah lihat motornya langsung, orang-orang di sini jadi lebih tertarik lagi. Dari bentuknya, tampilannya gagah dan LED membuatnya menarik,” sebut Sadikin, Branch Manager Alfa Scorpii, Main Dealer Yamaha di Aceh.

Kristian, konsumen Xabre di Aceh yang membeli via booking online paling suka dengan tampilannya yang laki banget.

“Gagah sekali, saya sudah bawa jalan jadi pusat perhatian dilihat orang-orang. Saya beli karena penasaran setelah lihat M-Slaz yang dari Thailand, dan nggak nyangka di-launching di Indonesia. Makanya langsung ikut booking online beli tunai,” ujar Kristian yang sehari-harinya wiraswasta.

(Heru Fajar / CN26)

Comments

comments