KE TIONGKOK: Atlet wushu sanda Jateng Yusuf Widiyanto (kanan) saat tampil di sebuah kejuaraan, beberapa waktu lalu. Yusuf bersama enam atlet lain ke Tiongkok menjalani pemusatan latihan. (suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Wushu Sanda Jateng Timba Ilmu

KE TIONGKOK: Atlet wushu sanda Jateng Yusuf Widiyanto (kanan) saat tampil di sebuah kejuaraan, beberapa waktu lalu. Yusuf bersama enam atlet lain ke Tiongkok menjalani pemusatan latihan. (suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

KE TIONGKOK: Atlet wushu sanda Jateng Yusuf Widiyanto (kanan) saat tampil di sebuah kejuaraan, beberapa waktu lalu. Yusuf bersama enam atlet lain ke Tiongkok menjalani pemusatan latihan. (suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Tim wushu sanda Jateng menimba ilmu ke Tiongkok. Mereka menuju ke negara tersebut pada 14 Juli lalu. Selama dua bulan di Kota Zhong Zheng, Hainan, Tiongkok, sebanyak tujuh atlet akan mendapatkan program latihan dan uji coba.

Diharapkan dengan program ini, persiapan makin maksimal dan rasa percaya diri atlet provinsi ini makin tinggi menghadapi PON XIX Jabar 2016, 17-29 September mendatang.

“Agenda ke Tiongkok ini sudah lama diprogramkan. Anak-anak dari Tiongkok langsung menuju Bandung tampil di PON XIX Jabar. Ya memang kami menerapkan skala prioritas untuk program ini. Harus disadari dan dipahami, nomor sanda lebih berpeluang dibanding nomor lain. Ini yang menjadi pertimbangan,” tutur Ketua Harian Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jateng Sudarsono, Senin (18/7).

Program ini, kata Wakil Ketua II KONI Jateng itu, masuk dalam tahap persiapan kompetisi. Di mana, atlet harus banyak menghadapi suasana pertandingan. Hal ini untuk membangun atmosfer kompetisi pada diri atlet. Karena itu, dia berharap selama di Negeri Tirai Bambu, dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar.

“Di sana (Tiongkok-red) sangat mudah menemui lawan yang sepadan atau bahkan lebih baik. Ini yang kami harapkan agar secara pengalaman bertambah dan teknis banyak belajar. Anak-anak akan ikut berbagai kejuaraan wushu selama pemusatan latihan di Tiongkok,” tutur Sudarsono.

Sekretaris Umum Pengprov WI Jateng Heny Setyawati mengatakan, program ini sangat penting karena di Jateng atlet pelatda tak mendapatkan lawan yang sepadan. Jika dengan daerah lain, tak akan maksimal karena provinsi lain tak mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

“Jadi program uji coba ke Tiongkok ini diharapkan bisa memberi pengalaman dan wawasan yang lebih kepada atlet Jateng. di sisi lain, rasa percaya diri semakin terangkat pula. Mereka bisa mencontoh bagaimana atlet wushu di Tiongkok dalam hal kedisiplinan dan semangat berlatih,” tutur Heny.

(Krisnaji Satriawan/CN39/SM Network)

Comments

comments