Foto: William West / AFP

Williams Bersaudara Jumpa di Final Australia Open

Foto: William West / AFP

Foto: William West / AFP

MELBOURNE, suaramerdeka.com  – Berselang 19 tahun setelah pertemuan pertama, Williams bersaudara akan kembali bentrok di Melbourne Park, kali ini di final. Di Australia Terbuka 1998, Venus dan adiknya Serena menciptakan sejarah di antara mereka. Dalam pertandingan di Rod Laver Arena ketika itu, penonton berjuang untuk memberikan dukungan di antara keduanya.

Mereka adalah pemain remaja, sama-sama mengenakan manik-manik putih yang menghiasi rambut, namun bermain dengan intensitas tinggi. Bahkan keduanya jarang disebut secara pribadi Venus dan Serena, namun Williams bersaudara. Perjumpaan awal itu berakhir untuk kemenangan sang kakak dengan skor 7-6 (4) 6-1.

Setelahnya tak ada yang meramalkan karier mereka pada masa depan. Setahun sesudah di Melbourne, Williams bersaudara tak lagi bertemu di babak-babak awal, namun final.  Miami 1999 menjadi saksi kakak-beradik itu berjuang memperebutkan gelar yang lagi-lagi dimenangi Venus. Enam bulan kemudian pada turnamen Piala Grand Slam di Munich, yang sekarang sudah tak digelar lagi, Serena untuk kali pertama mengalahkan kakaknya.

Tahun 2001, keduanya menciptakan sejarah besar, berhadapan di final grand slam AS Terbuka. Venus dan Serena adalah saudara kandung pertama yang bertemu di final kejuaraan besar sejak 1884. Venus keluar sebagai juara sekaligus memberinya gelar grand slam kedua.

Setelah perjumpaan bersejarah itu, Serena berbalik unggul. Total dalam 27 pertemuan mereka, ia menang 16 kali. Di usia yang tak lagi muda, 35 tahun, Serena mengumpulkan 22 gelar grand slam sejajar dengan mantan petenis Jerman, Steffi Graf, yang merupakan rekor pada era terbuka.

Adapun Venus yang setahun lebih muda, tak pernah semoncer adiknya. Hingga kini ia ”hanya” mengoleksi tujuh gelar yang didapat di Wimbledon dan AS Terbuka, berbeda dengan adiknya yang berjaya di empat grand slam.

Dalam pertemuan ke-28, Sabtu (28/1) besok, Willliams bersaudara berjuang untuk kepentingan masing-masing. Serena ingin secepat mungkin sendirian di puncak melewati Graf, adapun Venus berambisi mengakhiri tabu tak pernah juara di Australia Terbuka.

Venus melangkah ke final setelah mengalahkan pemain yang mengejutkan, Coco Vandeweghe (AS) dengan skor 6-7(3), 6-2, 6-3, Kamis (26/1). Adapun Serena mengatasi Mirjana Lucic-Baroni (Kroasia) 6-2, 6-1.

”(Venus adalah) inspirasi keseluruhan. Kakak perempuanku. Dia pada dasarnya adalah dunia dan hidupku. Dia segalanya bagiku. Saya tidak bisa lebih bahagia dengan hasil ini. Bagi kami berdua bertemu di final adalah mimpi terbesar yang menjadi kenyataan,” kata Serena setelah menngalahkan Mirjana.

(Wahyu Wijayanto / CN26)

Comments

comments