BLOK: Pemain tim voli putri Jateng, Rika Dwi Latri (10) mencoba memblok spike pemain Jatim, Fariska (3) saat kedua tim bertemu pada Pra PON 2015 di GOR Pangukan, Sleman, Selasa (29/9). Jateng kalah 25-19, 25-9, 17-25, 22-25, dan 11-15. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

Voli Putri Jateng Gagal di Laga Perdana

BLOK: Pemain tim voli putri Jateng, Rika Dwi Latri (10) mencoba memblok spike pemain Jatim, Fariska (3) saat kedua tim bertemu pada Pra PON 2015 di GOR Pangukan, Sleman, Selasa (29/9). Jateng kalah 25-19, 25-9, 17-25, 22-25, dan 11-15. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

BLOK: Pemain tim voli putri Jateng, Rika Dwi Latri (10) mencoba memblok spike pemain Jatim, Fariska (3) saat kedua tim bertemu pada Pra PON 2015 di GOR Pangukan, Sleman, Selasa (29/9). Jateng kalah 25-19, 25-9, 17-25, 22-25, dan 11-15. (suaramerdeka.com/Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com – Tim voli putri Jateng gagal di laga perdananya pada ajang Pra PON 2015 setelah ditaklukan Jatim, 25-19, 25-9, 17-25, 22-25, dan 11-15. Cedera ibu jari Desi Puspitasari membuyarkan permainan gemilang Jateng di set-set awal.

“Jempol kanan Desi agak terkilir. Meski dipaksakan namun permainannya tak jadi maksimal dan ini membuat psikologis rekan-rekannya terpengaruh,” jelas pelatih kepala voli putri Jateng Agus Sadiyanto usai pertandingan, Selasa (29/9) petang.

Anak-anak Jateng memulai duel di GOR Pangukan, Sleman dengan sangat meyakinkan di awal-awal laga. Set pembuka pun menjadi milik Deni Saputri cs dengan skor 25-19. Bahkan di set kedua dengan penuh kemantapan, Jatim yang diperkuat pemain-pemain Timnas dan Proliga mampu dibuat tertegun dan hanya diberi poin 9 untuk kemenangan Jateng, 25-9.

Petaka bagi peraih perunggu PON XVIII di Riau 2012 silam terjadi di set ketiga. Terutama ketika Desi Puspitasari mengalami cedera jari tangan. Usai memblok spike keras salah seorang pemain Jatim, Desi meringis kesakitan sembari memegangi ibu jari kirinya. Dia terpaksa ditarik ke luar untuk mendapatkan perawatan.

Hilangnya salah satu kekuatan Jateng tak disia-siakan anak-anak Jatim. Dimotori quicker nasional yang bermain di Pertamina Energi, Maya Kurnia Indri Sari, Jatim bangkit dan merebut set ini dengan kemenangan 17-25 sekaligus memperkecil ketertinggalan.

Set keempat, pertandingan makin seru. Kejar mengejar angka tersaji. Maya Indri benar-benar menjadi momok bagi Jateng dan permainannya mampu membuahkan poin bagi timnya. Lagi-lagi Jatim merebut set ini dengan keunggulan 22-25 dan menyamakan kedudukan 2-2.

Set penentuan, bayangan para pemain Jateng terhadap kekalahan di dua set sebelumnya masih membekas. Dipasangnya Desi Puspitasari sejak dua set terakhir meski cedera tetap tak memberikan dampak positif. Jateng hanya mampu meraih 11 poin dan tidak bisa mengejar perolehan angka Jatim 15 sekaligus memberikan kemengan bagi tim tersebut.

“Setiap set anak-anak selalu bermain kenceng, terburu-buru dan tak sabar. Ini yang membuat kami kalah,” tambah Agus.

Terpisah, pelatih Jatim Macfud Irsyahda bersyukur bisa mengawali pra PON dengan kemenangan. Kemenangan ini diharapkan bisa menjadi menjadi bekal di laga berikutnya termasuk besok (30/9) melawan Banten.

“Dua set awal anak-anak bermain ragu-ragu. Saya minta mereka berubah dan bisa melawan itu. Syukur bisa terjadi di tiga set berikutnya,” sambung dia.

Sementara itu tim putra Jateng Rabu (30/9) malam akan memulai petualangannya. Bermain di tempat yang sama, runner-up PON Riau itu akan menghadapi Banten.

(Gading Persada/CN39/SM Network)

Comments

comments