BLOK: Dua awak tim voli putra U-17 Solo berusaha mengeblok bola yang dilepaskan tim Polwil DIY pada uji coba di GOR Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Voli Mulai Dongkrak Atlet-atlet Muda

BLOK: Dua awak tim voli putra U-17 Solo berusaha mengeblok bola yang dilepaskan tim Polwil DIY pada uji coba di GOR Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

BLOK: Dua awak tim voli putra U-17 Solo berusaha mengeblok bola yang dilepaskan tim Polwil DIY pada uji coba di GOR Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Talenta atlet-atlet muda mulai dicermati tim pelatih Pengkot Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Surakarta. Mereka yang memiliki potensi bagus bakal didongkrak melalui latihan intensif agar performanya kian meningkat.

‘’Kami pantau perkembangan potensi beberapa atlet. Mereka yang performanya cepat meningkat bisa disisipkan sebagai pelapis dalam kerangka Solo menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018,’’ kata Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot PBVSI Surakarta, Agus Suyanto, Jumat (6/1).

Pria yang juga pelatih kepala pengkot dan juru taktik klub amatir Vita Solo itu mengungkapkan, di kelompok putra terdapat banyak potensi yang terdapat dalam tim usia di bawah 17 tahun (U-17). Beberapa di antaranya berkemampuan menonjol. Postur tubuh rata-rata ideal sebagai atlet cabang adu gebuk bola itu. Lebih-lebih dalam latihan rutin, para awak tim muda tersebut sering melakoni games melawan senior-seniornya.

Putri Tanpa Kualifikasi

Pelatih tim putra Sutrisno menyebut ada tiga pemain tim U-17 yang telah masuk dalam daftar kerangka tim porprov. ‘’Seorang berposisi sebagai libero, dua lainnya open spiker. Potensi mereka dapat terus dikembangkan, apalagi kami masih punya sisa waktu sebelum menghadapi prakualifikasi Porprov,’’ ujar dia.

Sementara di kelompok putri, butuh pencermatan lebih mendalam karena tidak banyak yang memiliki postur ideal sebagai pebola voli andal. Kendati demikian, Agus menemukan beberapa potensi yang kini terus dicermati perkembangan performanya.

‘’Ada beberapa atlet usia SMA dan SMP yang terlihat menonjol di antara rekan-rekan seumurannya. Dalam beberapa bulan ke depan, mereka akan terus digembleng agar bisa mendekati kemampuan senior-seniornya,’’ tuturnya.

Beda dengan tim putra, skuad putri Kota Bengawan tidak perlu mengikuti prakualifikasi. Status sebagai juara bertahan Porprov 2013, membuat tim putri secara otomatis dapat langsung bertanding di ajang Porprov 2018.

‘’Namun kami harus bersiap sejak awal, karena separuh dari awak tim peraih juara dulu nanti tidak lagi bisa turun, karena telah melewati batasan usia,’’ tambah Agus.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments