Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Vita Segera Berbenah Hadapi Divisi Utama

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

MUSIM depan, klub bola voli amatir Vita Solo berkompetisi di ajang Divisi Utama. Target promosi telah tercapai, kendati hanya menjadi runner up pada Kejurnas Livoli Divisi I 2016 di GOR Wujil Ungaran selama sepekan lalu. Status sebagai finalis sudah cukup mengantar tim yang bermarkas di kawasan Penumping itu untuk maju ke pertarungan level tertinggi voli amatir Tanah Air, musim 2017.

Tim putri Vita kalah 0-3 (23-25, 20-25 dan 25-27) dari PGN Popsivo Polwan di partai puncak, Minggu (13/11). Popsivo berawak para polwan yang sebelumnya juga pemain-pemain voli potensial, menjadi juara tanpa pernah terkalahkan sepanjang kejurnas itu.

“Anak-anak memberi perlawan maksimal, sehingga selisih poin per set cukup mepet. Tapi kekuatan mereka memang merata, sementara kami masih banyak kekuarangan,’’ kata arstitek tim putri Vita, Agus Suyanto, Senin (14/11).

Kapten tim Vita, Rika Yuniar Tita Hapsari pun mengakui, timnya sudah tampil maksimal. Bahkan dia menyebut, pertarungan di partai final itu merupakan permainan terbaik Vita sepanjang Livoli Divisi I 2016.

“Tapi memang kami bisa tidak bisa menang satu set pun. Popsivo bagus dalam pertahanan dan serangan, kekuatannya merata. Kami masih kurang quicker dan pertahanan,’’ tutur toser yang pernah membela Jakarta Electric PLN dan Jakarta BNI 46 di ajang Proliga itu.

Kelemahan tersebut diakui Agus Suyanto. Selama ini banyak open spiker di tim Kota Bengawan itu, sementara quicker hanya Dian Septi Fadilah. Lalu Tias Maharani diarahkan jadi quicker. Tapi semua butuh waktu untuk berproses. “Memang tidak bisa dadakan. Tapi pergerakan pukulan dan blok Tias juga mulai terlihat meningkat,’’ tutur sang juru taktik.

Sejatinya Vita pernah mengenyam kompetisi di Divisi Utama 2015. Tapi tim itu terdegradasi, karena kerasnya persaingan di kancah tertinggi voli amatir Indonesia tersebut. Agus bersama asisten pelatih Sutrisno dan trainer BMR ‘’Olga’’ Ardhiansyah menyadari hal tersebut. Karena itu, mereka akan memulai persiapan sejak dini untuk menghadapi Livoli Divisi Utama musim depan.

‘’Kekuatan fisik, stamina, teknik dan mental bertanding harus didongkrak. Secepatnya kami mulai, jadi ada waktu setahun. Sebab berdasar pengalaman, anak-anak akan menghadapi para pemain Proliga di ajang Divisi Utama,’’ tutur Agus yang juga guru SMAN 1 Surakarta itu.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments