BLOK: Pebola voli Vita Cikal Arum Sekar Sari (7) dan Tias Maharani (9) mengeblok bola spike yang siap dipukul pemain JWS Sulut, Alya, pada semifinal Livoli Divisi I di Ungaran, dua pekan lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Vita Bersiap Hadapi Turnamen Boyolali

BLOK: Pebola voli Vita Cikal Arum Sekar Sari (7) dan Tias Maharani (9) mengeblok bola spike yang siap dipukul pemain JWS Sulut, Alya, pada semifinal Livoli Divisi I di Ungaran, dua pekan lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

BLOK: Pebola voli Vita Cikal Arum Sekar Sari (7) dan Tias Maharani (9) mengeblok bola spike yang siap dipukul pemain JWS Sulut, Alya, pada semifinal Livoli Divisi I di Ungaran, dua pekan lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suara merdeka.com – Tak banyak waktu santai bagi awak tim putri Vita Solo untuk beristirahat. Sepekan libur usai meraih tiket promosi dari ajang Livoli Divisi I di Ungaran (6-13/11), Rika Yuniar Tita Hapsari dkk segera kembali ditempa, Senin (21/11).

Selain mengawali program jangka panjang untuk menghadapi Kejurnas Livoli Divisi Utama 2017, tim yang bermarkas di kawasan Penumping tersebut juga bakal bertarung dalam turnamen di Boyolali, bulan depan.

‘’Kami diundang untuk bertarung di turnamen dalam rangka peresmian GOR baru di Boyolali, 15 Desember nanti. Maka saya sekaligus siapkan tim untuk turnamen itu,’’ kata pelatih tim putri Vita, Agus Suyanto, Minggu (20/11).

Guru SMAN 1 Surakarta itu belum tahu, tim mana saja yang bakal menjadi rivalnya pada ajang tersebut. Dia baru mendapat informasi, ada delapan putri yang akan memanaskan adu gebuk, termasuk tim BVN Bekasi.

‘’Kalau BVN ikut, dia termasuk rival berat. Sebab pemain-pemain dari klub itu sering digunakan tim-tim besar di berbagai kejuaraan. Kalau kontestan lain, kami belum tahu,’’ tambah Agus.

Kondisi Fisik

Latihan mulai pekan nanti akan digunakan guna melakukan pembenahan terhadap kekurangan-kekurangan yang selama ini masih terjadi dalam tim putri Kota Bengawan itu. Kerapatan blok harus diimbangi dengan ketangguhan pertahanan di lini belakang yang selama ini dinilai belum optimal. Problem quicker yang saat ini tinggal memiliki satu personel, serta peningkatan kekuatan fisik dan stamina seluruh atlet.

‘’Pada Livoli di Ungaran lalu, kondisi fisik anak-akan hanya mencapai 70-75 persen. Berdasarkan pengalaman musim lalu, kalau bertarung di Divisi Utama harus ditunjang fisik yang benar-benar prima,’’ ujar juru taktik yang juga Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Surakarta itu.

Sebelumnya, Vita pernah mengenyam panasnya persaingan di arena Livoli Divisi Utama 2015. Tapi hanya semusim, anak-anak Solo kembali terdegradasi ke Divisi I 2016. Kini, mereka kembali promosi untuk bertarung di level tertinggi kejurnas amatir voli Tanah Air pada musim depan.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments