KEJAR KOK: Tunggal putri Indonesia Fitriani mengejar kok untuk dikembalikan saat bertanding pada final USM Victor International Challenge di Gelora USM, Minggu (6/11).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

USM Victor International Challenge, Indonesia Raih Tiga Gelar

KEJAR KOK: Tunggal putri Indonesia Fitriani mengejar kok untuk dikembalikan saat bertanding pada final USM Victor International Challenge di Gelora USM, Minggu (6/11).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

KEJAR KOK: Tunggal putri Indonesia Fitriani mengejar kok untuk dikembalikan saat bertanding pada final USM Victor International Challenge di Gelora USM, Minggu (6/11).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Indonesia meraih tiga gelar dalam USM Victor International Challenge. Gelar pertama diraih oleh ganda campuran Yantoni Edy/Marsheilla Gisca.

Pada final di Gelora USM, Minggu (6/11), Yantoni/Gisca mengalahkan pasangan Indonesia lainnya Irfan Fadhilah/Weni Anggraeni dengan rubber games 19-21 21-16 21-17. Gelar kedua didapat dari tunggal putri Fitriani yang juga mengalahkan pemain Indonesia Hana Ramadhini 21-19, 21-18. Tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito melengkapi setelah mengalahkan Suppanyui Avihingsanon (Thailand) dengan tiga games 21-19 11-21 21-17.

Malaysia meraih dua gelar melalui ganda putri Yin Loo Lim/Yap Cheng Wen yang mengalahkan ganda Indonesia Nisak Puji Lestari/Merisa Cindy dengan 14-21, 15-10. Pasangan Indonesia terpaksa undur diri karena Nisak cedera saat kedudukan 15-10 pada game kedua.

Malaysia menambah gelar setelah pasangan Kah Ming Chooi/Low Juan Sen menang atas rekan senegara Jian Yi Lee/Zhen Ting Lim 21-15, 21-19.Fitriani mengaku bermain lepas saat menghadapi Hana Ramadhini di partai puncak. Lima kemenengan dari pertemuan sebelumnya menjadikannya percaya diri.

”Hana bermain bagus hari ini (kemarin-red). Pukulannya cukup sulit diantisipasi. Game pertama aku sempat ketinggalah karena drop shot tajam. Beruntung, kemenangan masih milik saya,” tutur Fitriani.

Sementara itu, Shesar Susanto mengaku kesulitan dengan bola-bola Suppanyu. Dia harus kehilangan game kedua karena gagal mengantisipasi smes tajam Suppanyu.Ketua panitia Doddy Kridasaksana mengatakan, secara keseluruhan turnamen berjalan sukses.

”USM Victor International Challenge ini bisa menjadi ajang bergengsi pemain Indonesia,” tutur mahasiswa PDIH Undip tersebut.

(Krisnaji Satriawan/CN39/SM Network)

Comments

comments