TEROBOS PERTAHANAN: Point Forward Undip Benina Swastika (kanan) berusaha menerobos pertahanan Atmajaya Yogyakarta pada final babak play off Jateng-DIY Liga Mahasiswa di Knight Stadium, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Undip Percaya Diri Tatap Lima Nasional

TEROBOS PERTAHANAN: Point Forward Undip Benina Swastika (kanan) berusaha menerobos pertahanan Atmajaya Yogyakarta pada final babak play off Jateng-DIY Liga Mahasiswa di Knight Stadium, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

TEROBOS PERTAHANAN: Point Forward Undip Benina Swastika (kanan) berusaha menerobos pertahanan Atmajaya Yogyakarta pada final babak play off Jateng-DIY Liga Mahasiswa di Knight Stadium, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Kendati gagal juara pada babak play off Jateng-DIY Liga Mahasiswa, tim bakset putri Undip tetap percaya diri menatap babak nasional di Surabaya, 8-15 Februari 2015 mendatang. Sejumlah kekurangan pada babak play off terus diperbaiki di sisa waktu yang ada.

”Kami masih punya waktu dua bulan untuk memperbaiki kelemahan tim. Di sini membutuhkan komitmen dan semangat yang tinggi dari pemain,” tutur peltih putri Undip Eko Widodo, Rabu (10/12). Pada final play off, Benina Swastika ddk harus takluk dari tim putri Atmajaya dengan 59-70.

Pertahan yang buruk menjadi faktor utama kekalahan timnya di partai pamungkas. Di satu sisi, kecepatan pemiannya memang kalah dari lawan dan juga fisik yang kedodoran. Karena itu, wakti yang ada sebelum babak nasional, Eko akan menggenjot performa skuadnya agar lebih maksimal mengingat persaingan di Kota Pahlawan makin berat.

Persiapan tim Undip bukan tanpa kendala, waktu latihan yang berbenturan dengan jadwal kuliah menjadi problem sendiri bagi Eko Widodo. Namun, kendala tersebut tak dijadikannya alasan persiapan kurang maksimal. ”Kami segera mencari solusi pada kendala ini. Pasti ada waktu anak-anak bisa full team untuk berlatih,” tuturnya.

Hingga kini, pihaknya masih menunggu jadwal pertandingan dan lawan yang akan dihadapi. Eko menyebut Unair dan UPH menjadi lawna terberat jika satu grup. Namun, secara umum, Undip siap bersaing dengan tim-tim lainnya. Dengan catatan, kelemahan seperti fisik, kecepatan, dan pertahanan makin baik.

”Tim yang lolos ke babak nasional adalah yang terbaik di masing-masing wilayah. Mereka pasti lebih kuat dan cepat,” tandasnya. Satu hal yang menjadi modal utama adalah kepercayaan diri pemain harus kuat. Semua tim yang tampil memiliki peluang yang sama untuk juara.

(Krisnaji Satriawan/CN39)

Comments

comments