GAGAL: Atlet PMS Solo Bareta Setyo Dwi Anggoro yang berpasangan dengan Sandy Kuncoro, gagal kembalikan shuttle cock ke arah Didit Juang Indrianto/Rizky Kurniawan (Suryanaga) pada penyisihan awal Kejurnas Bulu Tangkis di GOR Sritex Arena, Selasa (6/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Turunkan Atlet Yunior, PMS Kalah Telak

GAGAL: Atlet PMS Solo Bareta Setyo Dwi Anggoro yang berpasangan dengan Sandy Kuncoro, gagal kembalikan shuttle cock ke arah Didit Juang Indrianto/Rizky Kurniawan (Suryanaga) pada penyisihan awal Kejurnas Bulu Tangkis di GOR Sritex Arena, Selasa (6/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

GAGAL: Atlet PMS Solo Bareta Setyo Dwi Anggoro yang berpasangan dengan Sandy Kuncoro, gagal kembalikan shuttle cock ke arah Didit Juang Indrianto/Rizky Kurniawan (Suryanaga) pada penyisihan awal Kejurnas Bulu Tangkis di GOR Sritex Arena, Selasa (6/12). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Tim PMS Solo kalah telak 0-5 dari Suryanaga Mutiara Timur Surabaya pada duel pertama Kejurnas Bulu Tangkis Beregu Campuran Dewasa Antarklub dan Perorangan Taruna 2016 di GOR Sritex Arena, Selasa (6/12). Seluruh atlet tim tuan rumah itu tak ada satu pun yang menang dalam lima partai yang digelar.

Ketua Pusdiklat Bulu Tangkis PMS Susanto mengakui kekalahan awak timnya tersebut. ‘’Kami memang menurunkan pemain-pemain yunior, karena tidak memiliki atlet senior. Jadi kami sudah prediksikan kekalahan tersebut. Salah satu tujuan kami untuk memberikan mereka jam terbang,’’ kata dia, usai pertandingan.

Hasil buruk Atiqoh Qosirotul Firdaus, 16-21 dan 13-21 dari Firda Ayu Cahyaningsih di partai tunggal putri, mengawali rangkaian kekalahan tim PMS. Duet campuran Anggepy Mulan Sari/Najif Gibran menyusul, setelah menyerah 11-21 dan 8-21 dari Meirisa Cindy Sahputri/Ronald Alexander.

Di partai ganda putra, Bareta Setyo Dwi Anggoro/Sandy Kuncoro kalah 15-21 dan 13-21 dari Didit Juang Indrianto/Rizky Kurniawan.

Teknik dan Pengalaman

Di sektor tunggal putra Irsanelio Rifqi Diofani pun hanya mendapatkan skor 7-21 dan 8-21 dari Jeffer Rossobin. Lalu, ganda putri Anggepy Mulan Sari/Putri Rahmawati Solikhah menyerah 9-21 dan 7-21 dari Meirisa Cindy Sahputri/Ni Ketut Mahadewi Istarani di partai terakhir.

‘’Dari sisi kemampuan teknik dan pengalaman, anak-anak memang kalah dibandingkan para atlet Suryanaga. Tim Jatim itu merupakan klub besar, mungkin berada di peringkat empat besar dari 10 tim yang bertanding di Divisi I dalam kejurnas ini,’’ tambah Susanto.

Dia menjelaskan, selama ini PMS melakukan pembinaan intensif terhadap bibit-bibit muda potensial dari Solo dan sekitarnya. Saat memasuki kelompok taruna, mereka yang tak punya prestasi bagus cenderung kembali berkonsentrasi ke urusan sekolah.

‘’Tapi pemain-pemain muda yang bagus prestasinya, kecenderungannya kemudian pindah ke klub lain. Terakhir, beberapa waktu lalu tiga pemain kami pindah karena lolos audisi Djarum. Makanya, kami jadi kesulitan jika turun pada kejuaraan usia dewasa,’’ ujar Susanto.

(Setyo Wiyono, Ronald Seger Prabowo/CN39/SM Network)

Comments

comments