KONSOLIDASI: Sejumlah wasit bersama para pejudo melakukan konsolidasi sebelum memulai Kejurnas Kartika Cup VIII di GOR UPN Veteran Yogyakarta, Senin (20/4). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

Turunkan 44 Pejudo, Jateng Bidik Tambahan Tiket PON

KONSOLIDASI: Sejumlah wasit bersama para pejudo melakukan konsolidasi sebelum memulai Kejurnas Kartika Cup VIII di GOR UPN Veteran Yogyakarta, Senin (20/4). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

KONSOLIDASI: Sejumlah wasit bersama para pejudo melakukan konsolidasi sebelum memulai Kejurnas Kartika Cup VIII di GOR UPN Veteran Yogyakarta, Senin (20/4). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com – Empat puluh empat pejudo terbaik diturunkan Jateng dalam gelaran Kejurnas Kartika Cup VIII di GOR UPN Veteran Yogyakarta, Sleman, DIY, Senin-Kamis (20-23/4). Mereka diharapkan mampu menambah tiket bagi provinsi ini dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jabar, 2016 mendatang.

“Kalau di PON Riau 2012 silam ada enam pejudo kami yang lolos dari mendapatkan tiket di Kartika Cup. Maka kali ini kalau bisa nambah dua lagi,” tutur Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jateng, Sutarto di sela-sela even, Senin (20/4).

Adanya tiket tambahan tersebut, ujar Sutarto, tidak dibebankan kepada satu atau dua atletnya saja. Namun, dari 44 judoka yang ambil bagian diberi peluang untuk merebut tiket tersebut. Ke-44 pejudo tersebut terdiri dari tujuh atlet masing-masing putra putri di setiap kategori yunior untuk kelompok umur (KU) 16 dan 19. Lalu di kategori senior diturunkan delapan pejudo untuk delapan kelas baik putra dan putri. Ditambah nomor nageno kata dan juno kata dengan masing masing diantaranya mengirimkan sepasang pejudo.

Meski tidak membebankan atletnya membawa pulang medali, namun Sutarto tetap memiliki pejudo-pejudo andalan. Seperti di kelas 73 kg atas nama Kristian Hadi (Kota Semarang) dan eks PON 2012, Desi Yudianti di -78 kg (Wonogiri). Masih eks PON, Jateng juga mengandalkan Kurni Noviawati (Banyumas) yang biasa turun di -45 kg.

“Untuk yunior persaingan merata karena kekuatan daerah lain relatif berimbang. Namun di senior saingan Jateng ada pada Jabar, Jatim dan Bali,” tutur dia.

Di hari pertama tadi yang mempertandingkan nomor nagino kata dan juno kata, Jateng menurunkan Dewa Made-Eko Mulyanto dan Chintia Trubus-Legres. Hasilnya tak mengecewakan karena pasangan pejudo Kota Semarang, Chintia Trubus-Legres yang tampil di juno kata tampil sebagai runner-up di bawah Jatim. Sementara di nagino kata, Jateng harus puas berada di peringkat tujuh. Jauh di juara yang diambil lagi-lagi oleh Jatim.

“Besok atlet kami di KU-16 putra-putri mulai bertanding,” imbuhnya.

Diikuti 598 pejudo dari 31 pengprov, Kejurnas edisi kedelapan ini dibuka langsung KASAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

“Kejuaran ini bertujuan meningkatkan prestasi pejudo sebagai salah satu sarana menentukan poin dna peringkat mereka untuk tampil di PON,” tandas Gatot saat pembukaan.

(Gading Persada/CN39)

Comments

comments