Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Turun di Nomor Perorangan, Iwan Bakal Pacu Motor 125 cc di PON

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Pembalap Solo Agus ‘’Iwan’’ Setiawan bakal memacu motor 125 cc standar pada PON Jabar 2016. Atlet kelahiran 18 Agustus 1997 tersebut diproyeksikan turun di nomor perorangan  pada adu kebut di Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Minggu (25/9).

“Penentuan pembalap dan undian sepeda motor telah dilakukan. Hari ini, dia bersama para pembalap lain melakukan latihan bebas. Kami akan terus beri masukan tentang teknis dan mental bersaing kepada dirinya,” kata manajer tim balap motor Jateng, Lilik Kusnandar, Jumat (23/9).

Pria yang juga Ketua Pengkot Federasi Olahraga Balap Motor (FOBM) Solo itu menambahkan, suntikan mental diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan diri bagi Iwan. Pembalap Kota Bengawan itu sebenarnya telah malang-melintang di berbagai kejuaraan, termasuk menjuarai Kejurnas Motoprix. Namun sekitar setahun terakhir, namanya sempat meredup karena setelan motornya di klub baru kurang mendukung kiprah dia.

“Tetapi kalau mencermati kemampuan Iwan selama ini, saya yakin dia mampu menembus papan atas. Sebab seluruh motor yang digunakan untuk adu kebut di PON, disediakan panitia. Artinya, seluruh atlet menggunakan merek sama dengan mesin standar,” jelas Lilik.

Karena itu, motor bagi tim-tim peserta diundi.  Menurut dia, secara total terdapat 24 pembalap yang akan bersaing di kelas 125 cc dan 24 starter kelas 150 cc perorangan. Sementara untuk nomor beregu, pesertanya dari 15 provinsi. Jateng hanya turun di tiga nomor, kecuali 150 cc beregu. “Sesuai keputusan diskusi, maka Iwan lebih tepat diturunkan di nomor 125 cc perorangan,” tutur Lilik.

Tim Jateng bakal menurunkan total empat pebalap di arena adu kebut tersebut. Selain Iwan, ada atlet asal Purworejo Ardi Satya Sadarma yang dipastikan bertarung di nomor perorangan 150 cc. Sedangkan nomor beregu 125 cc dipercayakan kepada M Ervin Firmansyah (Pekalongan) dan Erfan Ardiansyah (Kabupaten Semarang).

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments