Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Tunggu Panggilan TC, Pesilat Pelatda Tetap Jaga Kondisi

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Jeda latihan terpusat pencak silat Jateng seusai melakoni kualifikasi PON di Kaltim, November lalu, mengharuskan para pesilat dalam tim tersebut harus pintar-pintar menjaga kondisinya. Para atlet Solo pun tetap aktif berlatih agar kemampuan fisiknya tidak merosot, sebelum mereka kembali dalam program latihan tersentral.

”Yang paling sering saya dan teman-teman melakukan jogging diselingi sprint, agar kondisi fisik tidak terlalu drop saat ada panggilan lagi untuk menjalani TC (training camp-red) menghadapi PON nanti,” kata Sapto Purnomo, Jumat (15/1).

Juara dunia kelas D pada kejuaraan dunia pencak silat di Jakarta tahun 2010, Thailand 2012 dan Belgia 2013 itu menambahkan, menjaga fisik agar tetap prima sangat penting. Jika tidak melakukan latihan mandiri dan berkelompok secara rutin, maka seorang atlet harus benar-benar menyiapkan dirinya dari nol saat TC kembali dilakukan.

”Informasinya, lanjutan TC akan digelar pada akhir Januari atau awal Februari mendatang. Tentu nanti ada panggilan dari Jateng,” ujar dia.

Selain Sapto, pesilat Solo yang memperkuat tim Jateng pada Pra PON di Kaltim adalah Nadya Haq Umami Nur Cahyani di kelas B putri, Ulvya Kurniawati (D putri), Bahrul Ulum dan Aris (ganda putra), serta Alfika Chandra dan Hanif (ganda putri). Latihan guna menjaga kondisi juga dilakukan para pesilat Jateng dari sekitar Kota Bengawan, seperti M Riski Adi (F putra/Sukoharjo), Bagaskoro (I putra/Boyolali), serta Wisnu, Rya dan Abdillah (regu putra/Wonogiri).

”Peregangan dan lari menjadi program utama untuk menjaga kondisi dan berat badan. Kebugaran dan kesiapan fisik sangat penting, jika sewaktu-waktu mendapat panggilan untuk kembali TC,” ungkap Riski Adi.

Pelatih kepala pelatda pencak silat Jateng, Indro Catur menyebut ancang-ancang mengumpulkan lagi para pesilat dalam TC pada akhir Januari atau awal Februari nanti. Dia menjelaskan, setelah tim Jateng meraih 16 kuota pada kualifikasi untuk menghadapi PON Jabar 2016, para pesilat tersebut diberi sedikit kelonggaran untuk latihan secara desentralisasi.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments