Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Tujuh Pebulutangkis NPC Buru Emas ke Tiongkok

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Tujuh pebulutangkis National Paralympic Committee (NPC) Indonesia memburu medali emas  dalam kejuaraan internasional di Beijing, Tiongkok, Selasa-Minggu (22-27/11). Mereka bakal bertarung melawan atlet-atlet dari berbagai Negara di Asia pada ajang bertajuk Asian Para-Badminton Championship 2016 itu.

“Kami membidik tiga medali emas pada kejuaraan tersebut, syukur-syukur bisa meraih lebih banyak. Sebab persaingan nanti diprediksi berlangsung ketat,” kata pelatih tim bulutangkis NPC Indonesia, M Nurachman, sebelum bertolak meninggalkan Solo, Senin (21/11).

Para atlet yang akan bertarung adalah Fredy Setiawan di kelas kecacatan SL4, Hari Susanto (SL4), Ukun Rukaendi (SL3), Suryo Nugroho (SU5), Oddie Kurnia (SU5), Arya Sadewa (SU5) dan Khalimatus Sadiyah (SU5). Mereka akan turun di nomor tunggal dan ganda.

“Di nomor ganda, saya rasa duet Hari-Ukun bisa merebut medali emas, sedangkan Suryo, Fredy dan Hari juga bisa diandalkan di arena tunggal,” ungkap sang pelatih.

Target tiga emas dinilai realistis, karena pebulutangkis NPC yang diturunkan tidak full team. Beberapa atlet tidak berangkat, sehingga ada penggantian pasangan di nomor-nomor ganda.  Misalnya Fredy yang rencananya diturunkan dengan Khalimatus di double mix dan Fredy-Arya di ganda putra. “Selama ini mereka belum pernah dipasangkan dalam sebuah kejuaraan. Karena itu, saya hanya berani pasang target semifinal bagi pasangan baru itu,’ tambah sang pelatih.

Mereka akan menghadapi rivalitas yang panas versus awak kontestan lainnya. “Rival terberat kelompok putra terutama Malaysia, Jepang dan Vietnam, sedangkan di sektor putri, Jepang dan tuan rumah Tiongkok,’’ tutur Nurachman.

Fredy dan Suryo menyatakan siap memburu gelar juara dalam turnamen yang juga menyediakan poin untuk diperhitungkan dalam Paralympic Games 2020 itu. Keduanya juga menegaskan, bakal berusaha merebut medali sebanyak-banyaknya demi nama Indonesia.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments