PACU MOTOR: Sejumlah crosser memacu motornya pada sebuah kejuaraan di sirkuit Goro Assalam, Pabelan, Sukoharjo, tahun lalu. Motocros jadi ajang kejurnas balap motor yang terbanyak dijadwalkan di Jateng sepanjang 2016. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Tujuh Kejurnas Balap Motor di Jateng

PACU MOTOR: Sejumlah crosser memacu motornya pada sebuah kejuaraan di sirkuit Goro Assalam, Pabelan, Sukoharjo, tahun lalu. Motocros jadi ajang kejurnas balap motor yang terbanyak dijadwalkan di Jateng sepanjang 2016. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

PACU MOTOR: Sejumlah crosser memacu motornya pada sebuah kejuaraan di sirkuit Goro Assalam, Pabelan, Sukoharjo, tahun lalu. Motocros jadi ajang kejurnas balap motor yang terbanyak dijadwalkan di Jateng sepanjang 2016. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Tujuh kejurnas balap motor bakal digelar di Jateng, sepanjang 2016. Namun belum ada kepastian, di daerah mana saja kejuaraan resmi yang telah dijadwalkan Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) tersebut akan diselenggarakan.

“Tempat penyelenggaraannya baru ditentukan dalam Rakerprov IMI Jateng di Pekalongan, 19 Maret mendatang. Forum itu sekaligus membahas beberapa rencana kegiatan lain, termasuk kejurprov,” kata Kabid Olahraga Roda Dua pada Pengprov IMI Jateng, Lilik Kusnandar, Rabu (9/3).

Menurutnya, tujuh agenda kejurnas tersebut telah ditetapkan dalam forum Rakernas IMI di Surabaya, 14 Februari lalu. Berdasarkan keputusan otorita tertinggi olahraga otomotif nasional itu, motocros menjadi ajang yang terbanyak dalam kegiatan yang digelar di Jateng, yakni empat seri. Selanjutnya kejurnas grasstrack dijadwalkan ada dua seri, serta motoprix satu seri.

“Saya tidak hafal seluruh jadwal rencana pelaksanaannya, tetapi khusus motoprix yang digelar di Jateng adalah seri ke enam untuk Region Jawa. Skedul seri itu pada 22-23 Oktober,” ungkap Lilik.

Tujuh Seri

Pria kelahiran Rembang yang kini juga menjabat sebagai Ketua Pengkot Federasi Olahraga Balap Motor (FOBM) Solo itu menjelaskan, kejurnas motoprix tahun ini dirancang dalam tujuh seri atau lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sembilan seri. Seri pembuka Region Jawa dilaksanakan di Jatim pada 16-17 April, sedangkan seri ke tujuh di Sidrap, Sulawesi Tenggara pada 19-20 November.

“Seri tujuh berupa grand final. Jadi peringkat tiga besar setiap kelas pada klasemen akhir dari setiap region, bakal diadu pada seri penutup tersebut,” tuturnya.

Kelas-kelas yang dilombakan, lanjut dia, juga mengalami perubahan. Kelas bergengsi MP1 dan MP2, kini tak lagi menggunakan motor bermesin 125 dan 110 cc, tetapi berubah menjadi 150 cc tune up seeded dan 125 tune up seeded. Namun untuk kelas lainnya tetap, yakni MP3 bermesin 125 cc tune up pemula, MP4 (110 cc tune up pemula), MP5 (125 cc standar) dan MP6 (110 cc standar).

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments