Foto: istimewa

Triyatno Gagal Persembahkan Medali di ISG

Foto: istimewa

Foto: istimewa

BAKU, suaramerdeka.com - Lifter peraih medali perak Olimpiade London 2012, Triyatno gagal mempersembahkan medali bagi Kontingen Indonesia pada Islamic Solidarity Games (ISG) IV 2017.  Tampil di Azal Arena Weightlifting Academy Baku, Azerbaijan, Triyatno yang turun di kelas 69 kg hanya mampu menempati peringkat ke-5 dengan total angkatan 311 kg (snatch 139 kg, clean and jerk 172 kg).

Sementara lifter Deni yang turun di kelas yang sama menempati posisi ke-7 dengan total angkatan 305 kg (snatch 140 kg, clean and jerk 165 kg).  Medali emas kelas 69 kg putra digondol lifter Turki, Daniyar Ismayilov dengan total angkatan 323 kg (snatch 151 kg, clean and jerk 172 kg ). Medali perak direbut Majid dari Iran dengan total angkatan 316 kg (snatch 139 kg, clean and jerk 177 kg) dan perunggu diraih Yukobov (Uzbekistan) dengan total angkatan 314 kg (snatch 137 kg, clean and jerk 177 kg).

Di kelas 63 kg putri, lifter Dwi Mayasa juga gagal membawa pulang medali. Putri mantan lifter nasional Sodikin ini hanya mampu menempati peringkat keempat dengan total angkatan 183 kg (snatch 83 kg, clean and jerk 100 kg).

Medali emas direbut Polinna (Turkmenistan) dengan total angkatan 193 kg (snatch 88 kg, clean and jerk 105 kg). Medali perak diraih Kumushik (Uzbekistan) dengan total angkatan 187 kg (snatch 84 kg, clean and jerk 103 kg) dan lifter tuan rumah Azerbaijan, Elnora dengan total angkatan 184 kg (snatch 82 kg, clean and jerk 102 kg) merebut perunggu.

Direktur Progran Kepelatihan Performa Tinggi Lomba 1 Satlak Prima, Hadi Wihardja yang turut menyaksikan perlombaan mengatakan, perjuangan Dwi Mayasa yang mengalami cidera jari kaki kanan sudah maksimal. Bahkan, kata Hadi, Dewi sempat memberikan perlawanan untuk angkatan Snatch seberat 83kg dengan menempati peringkat ketiga.

Namun, peringkat Dwi merosot tatkala hanya mampu mengangkat barbel 100kg di angkatan Clean and Jerk. “Dwi sempat mencoba angkatan 104kg tapi gagal dan akhirnya hanya menempati peringkat empat. Cedera jari kaki kanannya cukup mempengaruhi,” kata Hadi Wihardja.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments