KECELAKAAN PARAH: Motor dan pembalap kenamaan Indonesia, M. Fadli Immanudin (no start 43) mengalami kecelakaan parah sesaat melewati bendera finish. Meski M. Fadli tampil sebagai juara pertama di kelas Supersports 600cc namun dirinya di tabrak dari belakang saat ingin melambai pada penonton di tribun sesaat setelah melewati garis finish. (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

Tragedi Parah di Finish Line

KECELAKAAN PARAH: Motor dan pembalap kenamaan Indonesia, M. Fadli Immanudin (no start 43) mengalami kecelakaan parah sesaat melewati bendera finish. Meski M. Fadli tampil sebagai juara pertama di kelas Supersports 600cc namun dirinya di tabrak dari belakang saat ingin melambai pada penonton di tribun sesaat setelah melewati garis finish. (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

KECELAKAAN PARAH: Motor dan pembalap kenamaan Indonesia, M. Fadli Immanudin (no start 43) mengalami kecelakaan parah sesaat melewati bendera finish. Meski M. Fadli tampil sebagai juara pertama di kelas Supersports 600cc namun dirinya di tabrak dari belakang saat ingin melambai pada penonton di tribun sesaat setelah melewati garis finish. (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

AJANG BALAP Asia Road Racing Championship (ARRC), yang di gelar pada 6-7 Juni 2015 di Sentul International Circuit di warnai banyaknya insiden kecelakaan. Dari beberapa kelas yang di lombakan hampir semua di hentikan atau Red Flag.

Insiden pertama adalah di kelas AP250 di Race 1 ketika salah satu motor terbelakang yakni peserta asal Thailand, trouble dan mengeluarkan ceceran oli yang tersebar di racing line yang di gunakan para pembalap. Tak ayal para pembalap yang di barisan depan tak sempat menghindar ketika oli di lintasan itu ternyata tercecer dimana-mana. Paling parah yang berada di lintasan R4 atau tikungan ke 4 di situ banyak pembalap banyak yang terlempar dari motor dan keluar lintasan.

Banyak pembalap dari Indonesia yang  menjadi korban licinnya lintasan karena oli tercecer tersebut. Salah satunya adalah yang menimpa Galang Hendra pembalap asal tim Yamaha Racing Indonesia yang motornya mengalami kerusakan cukup parah. Namun meskipun terjatuh cukup keras Galang hanya mengalami cidera ringan pada engkel kakinya.

“Terus terang kami tidak melihat ceceran oli tersebut karena posisi kita sedang fight di barisan depan. Tahu-tahu beberapa pembalap di depan terjungkal dan aku pun juga mengalami hal yang sama. Motor seketika kehilangan grip di lintasan akibat licinnya oli. Untungnya panitia memutuskan untuk menghentikan lomba dan meniadakan Race 1. Hal itu bisa kita manfaatkan untuk memperbaiki motor dan bisa digunakan di Race ke 2,” ujar Galang yang akhirnya mampu finish ke 5.

Akibat di hentikannya Race 1 di kelas AP250 maka kelas Supersports 600cc pun jadwalnya di majukan. Lagi-lagi di kelas yang di isi oleh motor sport berkapasitas besar ini juga terjadi insiden hebat. Bahkan salah satu rider Malaysia yang bernama Mohammad Zamri Baba itu harus di gotong ke mobil ambulans. Pembalap kenamaan di negeri Jiran dari tim Musashi Boon Siew Honda Racing tersebut terlempar tinggi dari motor (high side) akibat sliding saat keluar di tikungan 9 (R9).

Pembalap Indonesia Dimas Ekky Pratama (tim Astra Honda Racing Team) yang berada di belakangnya tak sempat menghindar. Baba yang terlempar ke arah kanan harus tertabrak di bagian kepala oleh motor Dimas. Kejadian memang begitu cepat dan keras hingga menyebabkan Baba masuk rumah sakit dan di kabarkan koma. Saat itu panitia langsung menghentyikan lomba (red flag) namun bisa di lanjutkan kembali dan di menangklan oleh pembalap Indonesia Ahmad Yudhistira (manual Tech KYT Kawasaki) .

Satu lagi insiden yang paling parah juga menimpa salah satu pembalap di kelas Supersports 600cc di Race kedua. Adalah sang juara Race ke 2 yakni Mohammad Fadli Immanudin. Dia harus mengalami tragedi ketika sudah finish pertama di hajar dari belakang oleh pembalap asal Thailand bernama Jakkrit Sawangswat (AP Honda Racing Thailand).

Kejadiannya bermula saat Fadli melewati kibaran bendera finish setelah finish pertama. Di area finih line tersebut Fadli menurunkan kecepatan motor untuk melambai pada penonton di tribun sebelah kiri. Namun dari belakang pembalap Thailand yang finish di posisi ke 6 tersebut masih dalahm kecepatan tinggi sehingga menabrak bagian belakang motor fadli. Dua-duanya terlempar dari motor dan mengalami cidera parah.

Patut di sayangkan memang ketika pembalap mengalami accident di finish line tersebut harus menunggu cukup lama untuk di evakuasi. Padahal saat itu masih banyak pembalap yang masih melaju dalam kecepatan tinggi. Panitia lomba agak kurang sigap sehingga banyak kru ataupun penonton yang harus berteriak kepada pembalap yang melaju. Dua pembalap mengalami cidera serius. Fadli mengalami patah tulang di kedua kakinya dan tulang jemari kakinya putus berantakan. Sedangkan pembalap Thailand juga mengalami cidera serius dan di bawa kerumah sakit bersamaan.

Di balik kemenangan M. Fadli yang membawa nama Indonesia tersebut terselip kesedihan yang mendalam buat supporter, tim ataupun pecinta balap. Saat di podium pun M. Fadli di wakili oleh pembalap lain sementara, istri Fadli yang sedang hamil tua tak kuasa menahan tangis di belakang paddock.

(Heru/CN39/SM Network)

Comments

comments