Foto: http://tourdeflores.id

Tour de Flores 2016 Dinilai Sukses Besar

Foto: http://tourdeflores.id

Foto: http://tourdeflores.id

FLORES, suaramerdeka.com – Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) tak ragu melontarkan pujian terhadap penyelenggaraan Tour de Flores (TdF) 2016.

Bagi otoritas tertinggi olahraga sepeda di Indonesia itu, Tour de Flores bukan sekadar olahraga adu cepat, tapi menjadi cara efektif untuk mengenalkan wisata. Bagi PB ISSI, Tour de Flores bisa membuat nama Nusa Tenggara Timur mendunia.

“Saat proposal dimasukkan, saya berfikir Tour de Flores adalah kejuaraan nasional. Namun, kenyataannya adalah kejuaraan internasional dan langsung masuk kalender UCI dengan kategori 2.2. Kejuaraannya sangat bagus, rapih, dan saya yakin ini bisa membuat nama Nusa Tenggara Timur cepat dikenal dunia,” kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari.

Di mata putra Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang itu, nama Tour de Flores sudah sangat seksi. Memiliki singkatan yang sama dengan Tour de France, bagi dia, bisa menjadi keberuntungan bagi Tour de Flores sebagai sporting tourism event. Hal yang sangat masuk akal, mengingat Tour de France telah melintasi sejarah panjang dengan reputasi luar biasa.

Saat ini, Tour de France bahkan sudah menjadi even balap sepeda terbesar di dunia. Namanya, identik dengan kejuaraan balap dunia paling prestisius, spektakuler, terbesar, dan ikonik. Sejak digelar perdana pada 1903 silam, Tour de France telah mencatat banyak pencapaian dan efek ekonomis luar biasa bagi Eropa dan dunia.

“Tour de Flores kalau disingkat kan TdF. Sama dengan Tour de France yang sudah mendunia. Mudah-mudahan dari kesamaan nama ini, Tour de Flores juga bisa menjadi kejuaraan balap sepeda yang ikonik dan memberi dampak ekonomis yang luar bagi Indonesia dan Asia,” harap Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi pelaksanaan Tour de Flores 2016. “Sukses buat pelaksanaan Tour de Flores. Sukses juga menjadi trending topic dunia di media sosial. Flores menjadi bahan perbincangan dunia, melalui sepeda dari Larantuka ke Labuan Bajo melintasi 8 kabupaten,” kata Arief Yahya.

(Andika Primasiwi / CN26 / SM Network)

Comments

comments