MTB: Peserta kejurnas Mountain Bike Orienteering (MTB) berlaga di kompleks asrama Panca Arga Akmil Magelang, Rabu (21/12). (suaramerdeka.com/Eko Priyono)

TNI Mencari Bibit Atlet Orienteering

MAGELANG, suaramerdeka.com – Jajaran TNI berupaya mencari atlet olahraga

MTB: Peserta kejurnas Mountain Bike Orienteering (MTB) berlaga di kompleks asrama Panca Arga Akmil Magelang, Rabu (21/12). (suaramerdeka.com/Eko Priyono)

MTB: Peserta kejurnas Mountain Bike Orienteering (MTB) berlaga di kompleks asrama Panca Arga Akmil Magelang, Rabu (21/12). (suaramerdeka.com/Eko Priyono)

melalui Panglima TNI Open Orienteering Championship 2016 (Kejuaraan Orientering Piala Panglima TNI Terbuka 2016).

Kejuaraan tingkat nasional yang digelar di kompleks asrama Panca Arga Akmil Magelang itu berlangsung 21-23 Desember. Cabang yang dipertandingkan ada tiga, yakni Mountain Bike Orienteering, Foot Orienteering Middle Distance, dan Relay Orienteering.

Kejuaraan tersebut tidak hanya untuk anggota TNI, tetapi juga untuk umum. Dari 131 peserta, yang berasal dari TNI AD 40 orang, TNI AL 25 orang, TNI AU 11 orang, Taruna Akmil 16 orang, sedangkan dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, dan klub sipil ada 39 orang.

Pada lomba Mountain Bike Orienteering (sepeda gunung) yang dilaksanakan Rabu (21/12) diikuti 23 peserta, terdiri tujuh wanita dan 16 pria. Rutenya sekitar asrama Panca Arga Akmil. Dalam lomba tersebut berupa adu kecepatan dengan rintangan dan melalui sejumlah titik kontrol.

Setiap peserta membawa kompas dan peta untuk menemukan rute lomba. Rencananya Kamis(22/12) dilaksanakan Foot Orienteering Middle Distance di wilayah Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Sedangkan Relay Orienteering akan dilaksanakan di kompleks Akmil Magelang, Jumat (23/12). Jenis lomba Relay Orienteering ini berupa lari estafet oleh tiga pelari, masing-masing berlari sejauh dua kilometer (km).

Wakil As Op Panglima TNI Brigjen Dedy Kusmayadi ketika ditemui di lokasi lomba pada Rabu siang (21/12) menuturkan, kejuaraan itu untuk mendapatkan bibit atlet dalam rangka event internasional. Awalnya sudah ada kegiatan sejenis yang berorientasi tingkat nasional, memperebutkan Piala Panglima TNI.

Dalam perkembangannya dilaksanakan kegiatan berjenjang untuk mendapatkan atlet berskala internasional. Pelaksanaan kali ini merupakan yang keempat kalinya, yang sebelumnya dilaksanakan di Bogor, NTT, dan Bandung.

Brigjen Dedy Kusmayadi yang juga menjabat Kepala Pusat Jasmani Peraturan Militer Dasar TNI ini menambahkan, cabang olahraga tersebut di tingkat pusat sudah ada kepengurusannya, yakni Federasi Orienteering Nasional Indonesia.

Melalui penyelenggaraan kejurnas setiap tahun diharapkan bisa berkembang ke daerah, dengan membentuk cabang olahraga tersebut. ”Kami tidak masuk ke KONI dahulu, tetapi melaksanakan kegiatan dahulu,” kata jenderal TNI yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Olahraga Militer Indonesia ini.

Harapan dia, cabang olahraga tersebut semakin dikenal dan digemari oleh masyarakat. Pemenang dari kejurnas tersebut akan mendapatkan Piala Panglima TNI, uang pembinaan, dan medali.

(Eko Priyono/CN39/SM Network)

Comments

comments