LEPASKAN PUKULAN: Petinju Dini Alimah Saputri (kanan) melepaskan pukulan kepada Ega Widiasturi pada Kejurprov Tinju Jateng di Lapangan Tennis Indoor, gelora Jatidiri, September 2014 lalu. (suaramerdeka.com/Dok)

Tinju Pelajar Salatiga Mulai Bergairah

LEPASKAN PUKULAN: Petinju Dini Alimah Saputri (kanan) melepaskan pukulan kepada Ega Widiasturi pada Kejurprov Tinju Jateng di Lapangan Tennis Indoor, gelora Jatidiri, September 2014 lalu. (suaramerdeka.com/Dok)

Foto: suaramerdeka.com/Dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tinju pelajar di Kota Salatiga mulai bergairah. Hal itu terlihat dengan antusiasnya petarung-petarungnya yang tampil di Kejuaraan Tinju Amatir Jateng di Lapangan Tennis Indoor, Gelora Jatidiri, yang berakhir Minggu (28/2) petang.

Setidaknya ada empat petinju pelajar Salatiga yang tampil dalam kejuaraan itu. Bagas Saputra P di kelas 42 kg putra dan Rahma Safitriana di kelas 46 kg putri. Keduanya merupakan pelajar SMPN 08 Salatiga. Ditambah Joko Hariyanto di kelas 45 kg putra dari SMK 3 dan Ulfiati Nur K di kelas 56 kg putri dari SMAN 1 Tengaran.

Meski belum dapat mengharumkan nama Salatiga di ajang tersebut, keempat petinju itu punya bekal yang baik memulai karier di olahraga tinju. Di bawah bendera (Jagal Abilowo Kota Salatiga) berani tampil dan melawan petinju-petinju dari daerah lain yang jauh lebih matang dan punya jam terbang lebih banyak.

Pelatih Tinju Salatiga, Zaenal tetap memberikan apresiasi kepada keempat petinju tersebut. Menurutnya, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi petinju papan atas. Dengan latihan intensif dan menambah sparring partner, kemampuan para petinju akan meningkat.

”Ini merupakan langkah baik bagi olahraga tinju di Salatiga. Kami harap ini dapat menjadi pembangkit semangat bagi petinju lain untuk menekuni olahraga ini. Ke depan, kami optimistis Salatiga akan punya lebih banyak petinju,” ujar Zaenal yang juga pelatih sepak takraw Salatiga ini.

Namun, Zaenal mengakui, dalam usaha untuk meningkatkan prestasi di Salatiga bukan tanpa kendala. Pria yang juga guru SDN Sidorejo Kidul 02 ini mengungkapkan, perhatian untuk pelatih klub masih kurang. Padahal, mereka menjadi ujung tombak dari segala bentuk pembinaan atlet. Mulai dari mencari, melatih hingga menyediakan kebutuhan atlet.

Faktor lain, belum adanya dukungan penuh dari orang tua atlet dan sekolah bagi murid dan anaknya yang punya prestasi olahraga, terutama tinju. Padahal siswa tersebut sangat berbakat dan punya potensi. Tanpa dukungan, prestasi yang diraih pun menjadi kurang maksimal.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments