Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Tinju Pantai Siap Pecahkan Rekor Dunia

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebuah kejuaraan tinju pantai bakal digelar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, 24 September-8 Oktober 2016.

Ajang ini berbeda dengan kejuaraan lain karena mempertemukan para petinju dari lima komisi tinju, yaitu Komisi Tinju Indonesia (KTI), Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI), Federasi Tinju Indonesia (FTI) dan Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI).

Menurut promotor kejuaraan, Sutrija, ajang ini disebut tinju pantai lantaran tak memakai ring berkanvas, melainkan kanvas pasir pantai setebal 20 cm. Petinju yang ambil bagian sebanyak 80 orang dari lima komisi tinju. Rinciannya, masing-masing komisi akan mengirimkan 16 petinju.

Adapun kelas yang dipertandingkan adalah terbang yunior (49 kg), bantam yunior (52,2 kg), bulu yunior (55,3 kg), bulu (57,1 kg), dan kelas ringan  (62,1 kg). “Kami ingin mengangkat derajat olahraga Indonesia ke level dunia. Sebab, pelaksanaan olahraga ini rencananya akan ditingkatkan ke level Asia Tenggara, lalu Asia, kemudian ke dunia. Untuk kejuaraan nanti, rencananya juga akan dihadiri petinju asal Malaysia dan Singapura,” kata Sutrija di Jakarta, Rabu (27/7).

Bagi masing-masing juara dari semua kelas akan mendapat hadiah uang Rp 150 juta dan sabuk ikan tuna yang merupakan ikan termahal di dunia. Untuk peringkat dua dan tiga menyesuaikan. “Kami juga akan memberikan uang Rp 1 juta kepada petinju untuk setiap partai. Untuk keamanan, kami akan mengasuransikan mereka per partai,” terang pria yang karib disapa Jaja.

Bupati PALI Heri Amalindo bakal memanfaatkan kejuaraan tinju ini untuk memperkenalkan daerahnya setelah memisahkan diri dari Kabupaten Induk Muara Enim pada 2013 lalu. “Kami juga tidak akan mengecewakan penyelenggaraan, apalagi even ini membawa nama Indonesia dan merupakan kegiatan pertama di dunia,” terang Heri Amalindo.

Sementara itu, Ketua ATI Manahan Situmorang menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan regulasi karena tinju pantai belum dipertandingkam secara formal. Bahkan, di level dunia peraturan untuk tinju pantai belum ada. “Karena ini pertama kali di dunia dan tidak berbahaya bertinju di atas pasir pantai. Kami harapkan nanti masuk guiness book of record. Kami mencoba memecahkan rekor dunia,” terangnya.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments