Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Tim Tenis Meja Putra – putri Jateng Lolos PON

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim putra-putri Jateng memastikan meraih tiket ke PON XIX/2016 setelah lolos ke perempat final dalam Kejurnas Tenis Meja sekaligus babak Pra-PON di  GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Rabu (21/10).

Bermaterikan  Doni Prasetyo, Jelly Da Costa dan Agus Fredi Pramono,  di babak 16 besar Jateng menundukkan Sulsel 3-0, sedangkan di tim putri yang dibagi menjadi delapan pool, Jateng lolos setelah menjadi juara pool.

Menurut Pelatih Jateng Eddi Pramudjie, lawan berikutnya di babak delapan besar, tim putra menghadapi NTB, sedangkan putri Bali. ”Di atas kertas, babak perempat final, bisa kita ambil. Jika lolos sampai semi final, kita akan menghadapi DKI Jakarta. Kami punya kans besar sampai final,” kata Eddi.

Kabar soal dualisme kepengurusan di tubuh PP PTMSI menjadi perbincangan hangat di arena kejurnas. Dalam suratnya yang dikirim ke KONI Bali tanggal 19 Oktober, Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman  menyatakan Pra-PON 20-26 Oktober 2015 di GOR Lila Bhuana  tidak diakui KONI Pusat.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PTMSI Pusat Oegroseno menyatakan pada dasarnya dirinya tak mau atlet menjadi korban atas persoalan ini. Kejurnas sekaligus Pra-PON merupakan kewajiban organisasi untuk dilaksanakan.

“Tugas saya selaku Ketua Umum PP PTMSI harus saya jalankan. Ini amanah dan haram bila mundur,” tegas Oegroseno,  usai membuka even tersebut Selasa (20/10)  malam.

Dia menegaskan tak masalah KONI Pusat tidak mengakui. Sesuai penolakan kasasi oleh MA terhadap Ketua Umum KONI Pusat, harusnya PP PTMSI versi Oegroseno diakui pemerintah.

“Saya optimis pemerintah yang sah akan menentukan sikap atas perseteruan dualisme kepemimpinan PTMSI ini, jika hukum memang benar sebagai panglima di negeri ini,” jelasnya.

(Hendra Setiawan / CN26)

Comments

comments