Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari saat mengalahkan Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan, pada semifinal Singapura Terbuka, Sabtu (16/4). (Suaramerdeka.com/PBSI)

Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia Siap Bertarung di Kunshan

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari saat mengalahkan Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan, pada semifinal Singapura Terbuka, Sabtu (16/4). (Suaramerdeka.com/PBSI)

Foto: Dok PBSI

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dua hari jelang keberangkatan ke Kunshan, Tiongkok, tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2016 menyatakan siap tempur. Sebanyak 20 atlet putra dan putri terbaik Merah-Putih bakal bertanding di Kunshan Sports Center Stadium untuk memperebutkan lambang supremasi beregu putra dan putri tersebut pada 15-22 Mei 2016.

Tim Indonesia akan berangkat menuju Kunshan via Shanghai pada Rabu, 11 Mei 2016 dengan menumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia (GA 894), pada pukul 23.50 WIB.

“Tahun ini kami memang tidak punya banyak waktu untuk membentuk training camp atau simulasi seperti dua tahun lalu. Kali ini persiapannya beriringan dengan persiapan ke Olimpiade Rio de Janeiro, karena kali ini masih banyak pemain kita yang hingga last minute masih berjuang untuk mendapat tiket ke olimpiade,” ungkap Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI.

Tim Uber akan bertanding lebih dulu pada Minggu, 15 Mei 2016 melawan Bulgaria di grup C, pada pukul 08.30 waktu Kunshan. Tim Thomas baru akan bertanding malam harinya pada pukul 19.00, melawan tim Hong Kong.

Putri-putri Indonesia yang dimotori oleh Greysia Polii sebagai kapten tim, berada di grup C bersama tim Thailand, Bulgaria dan Hong Kong. Sementara tim Thomas yang menjadi unggulan di grup B, tergabung bersama India, Thailand dan Hong Kong.

Bicara soal peluang, putra-putra Indonesia yang baru saja mengukuhkan diri menjadi juara Badminton Asia Team Championships 2016 yang juga sekaligus merupakan ajang kualifikasi Piala Thomas 2016 zona Asia, berpeluang besar untuk kembali mendulang sukses di putaran final.

“Melihat history di kualifikasi Piala Thomas 2016, tim kami bisa mengalahkan Jepang yang merupakan juara bertahan yang turun dengan kekuatan penuh. Sedangkan kami menurunkan pemain-pemain muda, jadi kami optimis tim Thomas bisa menjadi juara di putaran final kali ini, namun kami tidak mau over-confidence,” kata Rexy dalam sesi konferensi pers Pelepasan Tim Thomas dan Uber 2016 di Pelatnas Cipayung, Senin (9/5).

Di sektor tunggal, Tommy Sugiarto menjadi andalan dan diperkuat deretan pemain muda yang mulai unjuk gigi seperti Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Ihsan Maulana Mustofa. Kapten tim Thomas, Hendra Setiawan yang berpasangan dengan Mohammad Ahsan, menjadi tumpuan di ganda putra.

Meskipun tak sekuat tim Thomas, tim Uber Indonesia mengaku tetap akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Tak diperkuat dua pemain senior, Nitya Krishinda Maheswari dan Linda Wenifanetri, kekuatan tim Uber memang otomatis berkurang.

“Bukannya mengecilkan Tim Uber, namun menjadi juara grup dan menang dari Thailand memang agak berat, karena Thailand punya pemain tunggal yang bagus-bagus. Setidaknya kami bisa menjadi runner-up grup dan lolos ke babak delapan besar,” tutur Rexy.

(Wahyu Wijayanto / CN26)

Comments

comments