Foto: suaramerdeka.com/dok

Tim Panjat Tebing Alihkan Fokus ke Bandung

Foto: suaramerdeka.com/dok

Foto: suaramerdeka.com/dok

SOLO, suaramerdeka.com – Tim Panjat Tebing Jateng mengalihkan fokus ke Bandung, usai try out di Singapura, akhir Juni lalu. Para pemanjat yang telah menjalani latihan terpusat di kompleks GOR Jatidiri Semarang itu akan terus ditempa sebelum bertarung dalam ajang rutin tahunan Eiger di Kota Kembang, pertengahan Agustus mendatang.

“Akhir Juli nanti sudah harus terbentuk tim inti, enam pemanjat putra dan enam putri untuk menghadapi prakulaifikasi. Jadi 16 atlet inti itu yang akan berangkat untuk bersaing di Bandung, yang sekaligus jadi ajang try out terakhir kami,” kata pelatih tim pelatda jangka panjang (PJP) Panjat Tebing Jateng, Triyanto Budi Santoso, Senin (29/6).

Sejak PJP digelar mulai Februari lalu, terdapat 22 atlet yang terdiri atas 12 pemanjat putra dan 12 putri ditempa dengan berbagai materi latihan. Selama bulan Ramadan, latihan sesi pagi dialihkan menjadi malam hari seusai shalat tarawih. Sementara sesi sore tetap dilaksanakan pada pukul 15.30-17.30.

“Progres kesiapan anak-anak secara umum, sekarang sudah mencapai kisaran 60-70 persen. Skedul kami, pada Agustus nanti sudah mencapai hingga 90 persen,” jelas dia.

Promosi-Degradasi

Menurut Budi, kerangka sementara tim inti sudah ada, namun guna memastikan 16 atlet inti bakal dilakukan pemantapan terakhir melalui promosi-degradasi, akhir Juli mendatang.

“Pemanjat dalam tim inti tersebut nantinya yang dipertahankan untuk mengikuti try out Eiger Competition bulan Agustus, hingga prakualifikasi PON XIX yang rencananya digelar 27 September-4 Oktober juga di Bandung,” ungkapnya.

Sebelumnya, delapan atlet putra dan delapan putri yang masuk kerangka sementara tim mengikuti try out dalam kejuaraan terbuka di Singapura, 19-20 Juni lalu. Pada ajang yang khusus menggelar nomor boulder tersebut, tim Jateng merebut dua medali dari kelompok putri. Sekeping medali perak digenggam Santi Welyanti dan satu perunggu diraih Susanti Arfian.

“Pemanjat putra berada di urutan empat, lima dan enam, masing-masing Temi Teli Lasa, Sutrisno dan Solikhin. Selain kompetisi, para atlet juga berlatih lead dan speed selama di Singapura,” tutur Budi.

(Setyo Wiyono/CN39/SM Network)

Comments

comments