SELESAIKAN PANJATAN: Ni Komang Ayu (Jembarana Climber Team Bali) tengah berusaha menyelesaikan panjatan saat tampil saat final lead umum putri pada Climbing Competition (ACC) III di Panjat Tebing Udinus Semarang, Senin (6/3).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Tim Mapala Aldakawanaseta Udinus Raih Satu Nomor

SELESAIKAN PANJATAN: Ni Komang Ayu (Jembarana Climber Team Bali) tengah berusaha menyelesaikan panjatan saat tampil saat final lead umum putri pada Climbing Competition (ACC) III di Panjat Tebing Udinus Semarang, Senin (6/3).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SELESAIKAN PANJATAN: Ni Komang Ayu (Jembarana Climber Team Bali) tengah berusaha menyelesaikan panjatan saat tampil saat final lead umum putri pada Climbing Competition (ACC) III di Panjat Tebing Udinus Semarang, Senin (6/3).(suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Tim Mapala Aldakawanaseta Udinus meraih satu nomor pada Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) III yang berakhir di Panjat Tebing Udinus Semarang, Senin (6/3).

Adalah Nova Amelia menjadi yang terbaik pada lead putri mapala. Dia berhasil menyisihkan 12 pemanjat tebing putri lainnya saat final.Posisi kedua diraih oleh Faizzatur Rifana (Cartens STINU Jepara), disusul Rury Diwira (Mapala Mitra Gahana UKSW).

Di bagian putra, Syah Rizal Haq (Jemapala Unisla) menjadi yang terbaik. Posisi kedua direbut oleh Kasan Kiswoyo (Mawapala UIN Walisongo) dan tempat ketiga dihuni oleh Bunnaya Hatin (Mapala Mushroom UTY).

Pada kelompok umum putra, atlet FPTI Kediri Yohanes Angel Rossi menjadi juara. Runner up diraih oleh M Ryan Affandi (LSC Surabaya) dan posisi ketiga menjadi milik Alamsyah Cahya (RHC Makalu SMA 12 Surabaya). Di bagian putri, posisi pertama diraih oleh Dyah Puspaningtyas (Climania Bantul).

Setingkat di bawah adalah Pradeeva Adelia (PCS Surabaya) dan disusul Ni Komang Ayu (Jembarana Climber Team Bali).Kejuaraan sendiri diikuti 218 pemanjaty tebing dari berbagai klub dan mapala di Indonesia.

Ketua Aldakawanaseta Udinus Kholis Bahrudin mengatakan, kejurnas ini merupakan agenda dua tahunan. Tujuan dari ajang ini adalah untuk menjaring bibit pemanjat tebing di Kota Semarang, Jateng dan Indonesia umumnya.

”Kami lega kejuaraan ini mendapat sambutan dari berbagai pihak. Ini dibuktikan dengan makin bertambahnya peserta tiap kali ajang ini digelar. Jumlah peserta melebihbi target,” tutur Kholis.

Aldakawanaseta menurunkan tiga pemanjat tebing terbainya. Kholis mengaku cukup lega dengan meraih satu nomor melalui Nova Amelia.

Lomba ini, kata dia, dikhususkan untuk pemanjat tebing non-PON XIX 2016. Sebab, tujuan dari kegiatan ini adlah untuk meregenerasi pemanjat tebing. Di sisi lain, persaingan akan lebih ketat di antara peserta.

(Krisnaji Satriawan/CN39/SM Network)

Comments

comments