Foto: suaramerdeka.com/Heru Fajar

Tim Harus Lebih Teliti Sebelum Balapan

Foto: suaramerdeka.com/Heru Fajar

Foto: suaramerdeka.com/Heru Fajar

SENTUL, suaramerdeka.com – Masih banyaknya kesalahan mendasar di seri pertama ajang Indospeed Racing Series (IRS) 2016 cukup membuat prihatin kalangan balap di Indonesia. Regulasi yang sudah di tetapkan sejak awal seharusnya di mengerti, di pahami dan di jalankan oleh seluruh peserta yang terlibat di IRS 2016.

Salah satu contoh yang paling sering terjadi dan kali ini terulang adalah soal berat atau bobot minimum yang di bolehkan. Aturan dari PP IMI yang terbaru di kelas Kejurnas 150cc adalah 160 kg, itu berat minimum motor plus pembalap (tanpa bahan bakar) yang di perbolehkan.

Nah saat sesi kualifikasi kelas Kejurnas 150cc pada hari Sabtu (26/3) ternyata masih ada beberapa pembalap yang harus di disqualified dari lomba karena terbentur aturan minimum weight tersebut. Ada tiga pembalap yang terkena aturan tersebut dan akhirnya tidak bisa ikut start. Di sinilah di tuntut ketelitian baik itu dari tim maupun pembalap sendiri yang terlibat dalam balapan. Karena sekarang Komite Racing sangat tegas dalam menegakkan aturan khususnya di berat minimum tersebut. Tak heran jika empat pembalap yang terganjal aturan tersebut langsung di diskualifikasi.

“Yang kami harapkan tentu saja tim-tim balap yang akan ikut IRS harus mengetahui aturan dasar peraturan yang terbaru. Di sini di tuntut untuk peran serta antara manajer tim, pembalap maupun semua yang terlibat untuk menyiapkan segala sesuatunya agar tidak terjadi kesalahan mendasar. Karena kami sekarang sudah tegas dengan aturan untuk kemajuan balap di Indonesia,” kata Race Director, Andreas Rudi Purnomo.

Dari beberapa peserta yang terkena hukuman diskualifikasi tersebut ada juga yang mencari celah untuk mengakali hal tersebut. Ada saja cara mereka untuk bisa lolos meskipun timbangan berat minimumnya masih kurang. Saat di lakukan Scrut salah satu pembalap mencoba beberapa cara kurang fair meskupun akhirnya ketahuan.

“Dari awal kita sudah kasih tahu mereka jika berat minimum pembalap dan motor adalah 160 Kg, tapi faktanya masih ada juga yang di bawah itu. Ada satu pembalap bernama M. Febriansyah dari tim Honda Ultraspeed yang mencoba mengakali kita dengan berbagai alasan namun tetap saja ketahuan,” terang Raymond, Chief Scrutineering di balap IRS ini.

Raymond juga mengatakan jika pembalap tersebut membawa dua kunci inggris untuk menaikkan bobot. Awalnya saat di timbang belum mencapai angka minimumnya tapi motor sudah di bawa ke paddock seharusnya tidak boleh. Setelah kita timbang lagi kok beratnya bertambah menjadi 161 Kg dengan kondisi ada bahan bakarnya.

“Setelah di kuras kemudian di timbang lagi kok malah nambah lagi menjadi 161,4 Kg, kan aneh. Ternyata pembalap sempat masuk ke paddock untuk menambah berat dengan memasukkan dua kunci inggris besar ke dalam celanannya. Makanya setelah kita suruh buka baju baru deh ketahuan, memang lucu juga sih cara-cara jadul begini. Dulu memang sering di gunakan tapi itu tidak fair,” tambah Raymond.

“Saya harap pembalap jangan menghalalkan segala cara untuk lolos karena bagaimanapun memasukkan barang atau benda tajam kedalam baju itu tidak safety dan menyalahi aturan,” ungkap Andreas Rudi Purnomo sang Race Director yang tetap mendiskualifikasi  M. Febriansyah dari kelas Kejurnas 150cc. Namun demi masa depan pembalap tersebut hukuman berat tidak di kenakan dan masih berupa peringatan. Bahkan pembalap tersebut masih di perbolehkan untuk berlaga di kelas lainnya.

“Kita menerima dengan baik apa yang menjadi keputusan Race Director karena kami menyadari kesalahan kami. Saat itu kami agak panik karena kemungkinan tidak bisa masuk kualifikasi. Paling tidak itu buat pembelajaran kita nantinya,” ungkap Adi Muslim sang manajer tim Honda Ultraspeed.

(Heru Fajar/CN39/SM Network)

Comments

comments