Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Tim Balap Motor Jateng Segera Dievaluasi

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Tim balap motor Jateng bakal dievaluasi. Manajer tim Lilik Kusnandar belum menyebutkan, waktu dan tempat pelaksanaan evaluasi terhadap rangkaian pelaksanaan dan hasil kualifikasi PON di Sirkuit Karting Sentul, Bogor, Rabu-Kamis (4-5/11) lalu.

Namun pria kelahiran Rembang yang kini menjadi Ketua Pengkot Federasi Olahraga Balap Motor (FOBM) Solo itu menyatakan, secepatnya.

Menurut dia, evaluasi bakal dilakukan secara menyeluruh, mulai persiapan tim, pelaksanaan saat kualifikasi, hingga hasilnya. Selain itu, kelanjutan pelatda tersentral guna menghadapi pesta olahraga empat tahunan yang akan
digelar di Jabar, tahun depan.

“Saat ini seluruh pembalap kembali ke masing-masing klubnya, tapi kelanjutan pelatda paling lambat dimulai lagi awal 2016. Sebab persaingan di PON pasti ketat. Jangan sampai ada pihak-pihak yang belum mempedulikan, dengan anggapan waktunya masih lama,” kata lelaki yang juga Kabid Olahraga Motor pada Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng itu, Selasa (10/11).

Tiga tiket menuju PON Jabar diraih para pembalap Jateng dari Sentul, pekan lalu. Pembalap Solo Agus ‘’Iwan’’ Setiawan menyumbang dua tiket dari kelas 125 cc perorangan dan beregu. Ardi Satya Sadarma menambah satu lainnya di kelas 150 cc perorangan.

Sementara satu tiket lain terlepas, yakni untuk kelas 150 cc. Penyebabnya, motor yang digunakan Ardi dalam perebutan tiket di kelas itu, mengalami gangguan rem.

“Seluruh motor peserta disiapkan panitia. Motornya diserahkan nol kilometer dari pabrik, pembagian ke masing-masing kontingen secara undian. Nah, ada sisi positif dan negatif dari model seperti ini, yang juga harus kami bahas,” ujar Lilik.

Sisi positif, seluruh pembalap yang bersaing di kelas sama pasti menggunakan motor dengan merek sama pula. Tetapi ada kelemahan, terutama menyangkut kesiapan teknis motor dan tak terbiasanya pembalap terhadap karakter kendaraan yang ditungganginya.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments