Foto: Kemenpora.go.id

Tim Angkat Besi Olimpiade Jalani TC di Afsel

Foto: Kemenpora.go.id

Foto: Kemenpora.go.id

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tim Angkat Besi Olimpiade Indonesia yang beranggotakan lima lifter putra dan dua lifter putri sudah meninggalkan Tanah Air menuju Capetown, Afrika Selatan (Afsel), 8 Juli lalu.

Mereka adalah M Hasbi (62kg), Eko Yuli Irawan (62 kg), Deni (69 kg), I Ketut Ariana (77 kg), Triyatno (69 kg), Sri Wahyuni (48kg) dan Dewi Safitri (53 kg). Menurut Direktur Performa Tinggi Angkat Besi, Alamsyah Wijaya, para lifter berada di Capetown untuk menjalani training camp (TC) sekaligus menyesuaikan diri dengan cuaca di Rio de Janeiro, Brasil.

“Target training camp di Capetown yakni pemantapan persiapan tahap akhir dan penyesuaian suhu sekaligus meminimalisir perbedaan waktu dengan Rio de Janeiro,” kata Alamsyah, Minggu (10/7).

Di Cape Town, Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan akan berlatih hingga 28 Juli 2016. Dari sana, mereka langsung bertolak ke Rio de Janeiro untuk menjalani pertandingan angkat besi Olimpiade yang berlangsung 6-10 Agustus mendatang.

Tim Angkat Besi Indonesia didampingi tiga pelatih yakni Dirdja Wihardja, Minan Kemin, Aveenash Pandoo dan Bayu Nusa Mindoro sebagai tenaga masseur. “Pelatih Supeni, Kanti Mahayanti sebagai fisioterapis dan manager tim akan bergabung 15 Juli 2016 karena masih menunggu ID Card yang sekaligus berfungsi sebagai visa ke Brasil,” jelasnya.

Menurut Alamsyah, tim angkat Besi Indonesia berharap bisa kembali meneruskan tradisi medali pada ajang Olimpiade yang dimulai pada Olimpiade Sydney tahun 2000. Di Olimpiade London 2012, angkat besi menyumbang satu medali perak melalui Triyatno dan satu perunggu lewat Eko Yuli Irawan. “Eko Yuli Irawan, Triyatno dan Sri Wahyuni jadi harapan terbesar bagi Indonesia untuk meraih medali,” terang Alamsyah.

(Arif M Iqbal / CN26)

Comments

comments