LIGA SANTRI: Para panitia penyelenggara Liga Nusantara Nasional (LSN) 2016 seperti Ketua Panitia Lokal LSN, Umarudin Masdar (dua dari kanan), Kabid Kompetisi Kusnaeni (kanan) dan Khoirudin Abbas Sekretaris Panitia LSN (dua dari kiri) foto bersama saat jumpa pers pelaksanaan putaran nasional LSN 2016 yang dipusatkan di Jogja, Minggu (23/10). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

Tiga Tim Ponpes Jateng Mulai Petualangan

LIGA SANTRI: Para panitia penyelenggara Liga Nusantara Nasional (LSN) 2016 seperti Ketua Panitia Lokal LSN, Umarudin Masdar (dua dari kanan), Kabid Kompetisi Kusnaeni (kanan) dan Khoirudin Abbas Sekretaris Panitia LSN (dua dari kiri) foto bersama saat jumpa pers pelaksanaan putaran nasional LSN 2016 yang dipusatkan di Jogja, Minggu (23/10). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

LIGA SANTRI: Para panitia penyelenggara Liga Nusantara Nasional (LSN) 2016 seperti Ketua Panitia Lokal LSN, Umarudin Masdar (dua dari kanan), Kabid Kompetisi Kusnaeni (kanan) dan Khoirudin Abbas Sekretaris Panitia LSN (dua dari kiri) foto bersama saat jumpa pers pelaksanaan putaran nasional LSN 2016 yang dipusatkan di Jogja, Minggu (23/10). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com – Tiga tim sepak bola pondok pesantren (ponpes) dari Jateng, Ponpes Kauman Lasem dan Ponpes Taalamul Huda Salem Brebes, dan Ponpes Walisongo Sragen bakal memulai petualangannya dalam memburu gelar juara bersaing dengan 28 tim ponpes lainnya dari seluruh Indonesia di Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 seri Nasional yang berlangsung di Jogja, 24-30 Oktober ini.

“Pembukaan akan berlangsung besok malam (24/10) di Stadion Sultan Agung Bantul mempertemukan tuan rumah Nur Iman melawan Daurut Taibin dari Tulungagung, Jatim,” papar Ketua Panitia Lokal LSN DIY, Umaruddin Masdar saat jumpa pers di Asrama Haji DIY, Minggu (23/10).

Diikuti 31 dari awalnya 32 tim dari seluruh wilayah Indonesia, tiga tim tersebut tersebar di tiga dari delapan grup. Untuk Ponpes Kauman Lasem berada di Grup B bersaing dengan Nurul Khaerat Lil Muhibbien Balikpapan, Al Muhajirin Mojokerto dan Darul Arafah Raya Sumatra. Kemudian Ponpes Taalamul Huda Salem Brebes yang masuk Grup G bersama Thoriqun Najah Aceh Selatan, Nurul Fauzi dan Ponpes dari NTB.

Adapun Ponpes Walisongo Sragen di Grup H bersama Thoriqun Najah Aceh Selatan II, Salafiyah Al-Khairaat Bolangitang Barat Sulawesi dan Darul Ulum Margoyoso Tanggamus. Pada hari pertama ini Ponpes Kauman akan bertemu Darul Arafah Raya, Taalamul Huda Salem Brebes bersua Nurul Fauzi serta Ponpes Walisongo Sragen bertemu Darul Ulum Margoyoso Tanggamus.

“Awalnya ada 32 tim yang ambil bagian tapi kami baru dapat kabar kalau satu peserta dari Tual Maluku yakni Ponpes Al Ikhlas Temadang batal hadir karena tidak bisa berangkat setelah terkendala cuaca di sana,” sambung, Khoirudin Abbas Sekretaris Panitia Nasional LSN 2016.

Khoirudin menyebutkan untuk juara bertahan Ponpes Nurul Islam Jember harus menerima kenyataan pahit karena gagal lolos ke putaran nasional. Sementara untuk juara dua hingga tiga tahun lalu berkesempatan memperbaiki penampilan tahun ini karena kembali tampil di tingkat nasional. Mereka yakni Ponpes Al-Asyariah Banten dan juara ketiga Ponpes Nurul Iman DIY.

“Alhamdulilah untuk tahun ini jumlah peserta meningkat empat kali lipat dibanding tahun lalu. Tahun 2015 even ini diikuti 198 ponpes sementara tahun ini menajdi 874 ponpes,” ungkapnya.

Sementara itu Kabid Kompetisi LSN 2016, M Kusnaeni menjelaskan pihak penyelenggara menggelar LSN sebagai bagian dari membantuk pembinaan sepak bola usia dini yang selama ini masih dilupakan pihak federasi, PSSI.

“Apalagi kami tak main-main penyelenggaran ini karena pelaksaannya mendekati standar profesional. Kemudian nanti juara akan diikutkan even internasional. Seperti juara LSN 2105 Ponpes Nurul Islam Jember bahkan mampu menjuarai Malindo Cup di Malaysia,” tandas Kusnaeni.

(Gading Persada/CN39/SM Network)

Comments

comments