TALK SHOW: Ketua Panitia Kejuaraan Gulat Indonesia Open 2015, Bambang Raharjo Munajat (tengah) dan pengamat olahraga, Edi Indarto (kanan) pada acara talk show di Kompas TV, Senin (31/8). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

Tiga Negara Ambil Bagian Kejuaraan Gulat

TALK SHOW: Ketua Panitia Kejuaraan Gulat Indonesia Open 2015, Bambang Raharjo Munajat (tengah) dan pengamat olahraga, Edi Indarto (kanan) pada acara talk show di Kompas TV, Senin (31/8). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

TALK SHOW: Ketua Panitia Kejuaraan Gulat Indonesia Open 2015, Bambang Raharjo Munajat (tengah) dan pengamat olahraga, Edi Indarto (kanan) pada acara talk show di Kompas TV, Senin (31/8). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Atlet-atlet dari tiga negara, yakni Iran, Thailand dan Kamboja akan ambil bagian dalam Kejuaraan Gulat Indonesia Open 2015. Mereka akan bersaing dengan para pegulat Indonesia dan juga Jateng pada ajang yang dimulai 1 hingga 7 September di Unnes.

Ketua Panitia, Bambang Raharjo Munajat mengatakan, sebenarnya, pihaknya telah mengundang 11 negara. Namun, perkembangan terakhir, hanya tiga yang memastikan akan datang ke Indonesia. Namun, hal itu tidak akan mempengaruhi kemeriahan kegiatan, karena ketiga negara itu memiliki pegulat andal.

“Dari Iran, mengirimkan sembilan pegulat terbaiknya. Ditambah dua pelatih dan ofisil. Thailand dan Kamboja juga akan mengirimkan atlet-atlet terbaik. Ini menjadi kesempatan yang baik bagi pegulat Indonesia dan Jateng untuk menimba pengalaman,” kata Bambang, saat acara talk show di Kompas TV, Senin (31/8).

Diperkirakan, para atlet baik dari Indonesia maupun negara lain, akan datang ke Kota Lunpia pada 1-2 September. Kemudian ada acara welcome party di Wisma Perdamaian, bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Adapun pertandingan baru dilaksanakan pada 3 September.

Pegulat Indonesia

Dari Indonesia sendiri akan ada 174 pegulat putra dan 59 pegulat dari 16 provinsi yang akan meramaikan pertandingan ini. Mereka juga akan didampingi oleh 39 pelatih dan 15 ofisial. Mereka akan bertarung di 26 kelas senior dan 10 kelas remaja, mulai gaya bebas, feminim style dan grego.

Sementara itu, pengamat olahraga, Edi Indarto menuturkan, saat ini Indonesia ada di peringkat kedua persaingan di Asia Tenggara. Untuk peringkat pertama masih ditempati Thailand. Mereka memiliki pembinaan yang baik dan sarana prasarana penunjang yang representatif.

Sedangkan Indonesia berada di peringkat kedua bersama Vietnam. Adapun Myanmar masih berada di bawah Indonesia. Untuk bersaing di Asian Games 2018, tuan rumah Indonesia dapat memaksimalkan kelas bawah, yakni di bawah 80 kg. Menurutnya, Indonesia akan dapat meraih banyak medali.

“Untuk kelas berat masih akan didominasi Iran, Uzbekistan dan Kirgizstan. Tiga negara tersebut memiliki pegulat-pegulat dunia. Karena itu kejuaraan ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengukur kekuatan masing-masing negara. Dengan begitu, bila ada kekurangan dapat segera dibenahi,” tandas Edi Indarto.

(Hendra Setiawan/CN39/SM Network)

Comments

comments