LATIHAN INTENSIF: Sejumlah taekwondoin Dojang Halilintar tengah menjalani latihan intensif di Gedung Seng, Jl Ki Mangunsarkoro, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

TI Jateng Intensifkan Persiapan Pra-PON

LATIHAN INTENSIF: Sejumlah taekwondoin Dojang Halilintar tengah menjalani latihan intensif di Gedung Seng, Jl Ki Mangunsarkoro, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

Foto: suaramerdeka.com/Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jateng makin optimistis menatap babak kualifikasi PON XIX Jabar. Momentum tuan rumah harus dimaksimalkan untuk meloloskan atlet sebanyak mungkin ke Jabar. Persiapan makin diintensifkan agar atlet Jateng mencapai penampilan puncak di pra-PON nanti.

Jateng sendiri akan mengusulkan babak kualifikasi digelar pada Oktober tahun ini. Ketua Umum TI Jateng Sudarsono Chandrawijaya menyatakan, surat keputusan penunjukkan sebagai taun rumah telah diterima beberapa waktu lalu. TI Jateng, kata pengusaha itu, ingin meraih sukses ganda sebagai tuan rumah dan prestasi.

”Momentum tuan rumah menjadi keuntungan tersendiri bagi Jateng. Saya berharap, ini menjadi motivasi taekwondoin Jateng untuk tampil maksimal,” tandas pria yang akrab disapa Chandra saat meninjau persiapan atlet di Dojang Jateng, Komplek Jatidiri.

Untuk mematangkan persiapan, pihaknya menunjuk Pembina Taekwondo Jateng Alex Harjanto sebagai pimpinan proyek persiapan. Chandra bertekad ingin menunjukkan Jateng pantas sebagai tuan rumah dan diperhitungkan soal prestasi.

Dia yakin atletnya bisa lolos di semua kelas kyorugi dan poomsae yang dipertandingan. Hanya saja, hingga kini belum ada kepastian nomor yang akan digelar pada kategori poomsae. Kendati demikian, TI Jateng mempersiapkan di semua nomor.

Pembina taekwondo Jateng Alex Harjanto menambahkan, dengan menjadi tuan rumah justru persiapan harus lebih diintensifkan. Jateng akan turun full team di semua nomor dan menargetkan meloloskan semuanya. ”Optimisme ini harus ada di diri atlet. Bagaimana mau bertanding jika tidak ada keyakinan,” tandas mantan pelatih pelatnas itu.

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments