Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Terpeleset, Aman Tambah Perak pada Sirkuit Panjat Tebing

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono


SOLO, suaramerdeka.com – Nasib sial dialami pemanjat Solo, Aman Syahril pada Sirkuit Panjat Tebing Jateng di kompleks GOR Wisanggeni Kota Tegal, Selas (23/12). Atlet asal CS9 Climbing Club itu terpeleset saat bersaing dengan Qiromal Katibin (Kauman Power Batang) pada babak final nomor speed kelas B (12-16 tahun).

”Karena fall

(jatuh akibat terpeleset-red), Aman tidak mencatatkan waktu pemanjatan. Tapi karena hal itu terjadi di babak final, maka dia tetap mendapatkan medali perak,” kata Kabid Kompetisi Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng, Tave Askar.

Medali emas speed pada kelas itu menjadi miliki Qiromal Katibin, sedangkan juara tiga bersama ditempati Fairus Arta Arbhi dan Muamar Izadi (Vertex Tegal). Sirkuit yang terbagi dalam tiga kelas, yakni A (7-11 tahun), B dan C (17 tahun ke atas) tersebut diikuti seratus lebih pemanjat muda dari berbagai daerah di Jateng.

”Ajang ini diikuti wakil dari berbagai klub panjat tebing, bukan pengkot/pengkab FPTI. Aman merupakan satu-satunya pemanjat asal Solo, bahkan dari wilayah eks Karesidenan Surakarta,” jelas Tave.

Raihan Aman tersebut menambah koleksi medali yang diperolehnya dari persaingan panjat tebing di Kota Tegal yang hanya menggelar dua nomor. Sehari sebelumnya, dia juga menggenggam medali perak dalam persaingan di papan boulder.

Ketua Umum Pengkot FPTI Solo, Marjiyanto ”Ipunk” Bialangi Kasim memberikan apresiasi terhadap prestasi yang diraih Aman. Menurutnya, atlet yang sudah beberapa tahun bergabung dalam CS9 Climbing Club tersebut memang memiliki potensi cukup bagus yang bakal dapat berkembang jika terus diasah melalui latihan rutin.

”Aman telah memiliki dasar-dasar teknik pemanjatan, namun mentalnya memang harus terus diasah. Jam terbang dia akan bertambah kalau sering mengikuti kejuaraan pada waktu-waktu ke depan,” tuturnya.

Dia menambahkan, jam terbang akan memengaruhi ketenangan dan kejelian atlet dalam membaca jalur, serta menyiapkan strategi dalam pemanjatan. ”Maka kami akan berusaha menurunkan atlet-atlet muda yang memiliki potensi bagus untuk menghadapi berbagai event mendatang,” tambah Ipunk.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments