JUARA: Paralimpian David Jacobs melepas bola saat duet sama Komet Akbar pada ASEAN Para Games di Incheon, Korea, tahun lalu. Keduanya menjadi juara beregu pada ajang terbuka di Slovenia dan Slovakia, pekan lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Tenis Meja PPLP Dianaktirikan

JUARA: Paralimpian David Jacobs melepas bola saat duet sama Komet Akbar pada ASEAN Para Games di Incheon, Korea, tahun lalu. Keduanya menjadi juara beregu pada ajang terbuka di Slovenia dan Slovakia, pekan lalu. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Foto: suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com – Para petenis meja Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng merasa dianaktirikan. Pasalnya, hingga kini, mereka belum disediakan tempat latihan representatif di tempat pemusatan latihan Komplek Gelora Jatidiri.

Hal ini bertolak belakang dengan cabang-cabang lain. Seperti tinju, karate, taekwondo, tenis dan sepatu roda yang sudah memiliki venue permainan di kasawan olahraga Jatidiri. Sedangkan atlet tenis meja berlatih di ruang joglo Jatidiri bukan diperuntukkan berlatih tenis meja.

Ruangan tidak memenuhi standar berlatih tenis meja. Ruangan yang terbatas membuat penempatan meja menjadi tidak maksimal. Pergerakan para atlet pun terbatas sehingga latihan menjadi kurang efektif dan masih banyak lagi.

“Kami berharap ada perhatian dari pengelola PPLP, dalam menangani para atlet tenis meja. Misalnya, dicarikan lokasi latihan yang lebih representatif. Atau dibuatkan tempat latihan permanan di Jatidiri,” kata Kabid Binpres PTMSI Jateng, Dustamat Jayawiguna.

<B>Prestasi<P>

Menurutnya, prestasi atlet PPLP tenis meja termasuk bagus. Misalnya, Lilis Indriyani, yang menyumbangkan medali emas pada Kejurnas Tenis Meja di Semarang, 2014 lalu. Kemudian masuk Timnas SEA Games 2015 di Singapura, dan terakhir menjadi juara tunggal putri dalam Turnamen Internasional Magelang Open, di Magelang, belum lama ini.

Tak hanya itu, dua atlet PPLP Jateng Anggawani dan Hendri Saputro juga memperkuat Indonesia di ITTF Global Open di Thailand, pada Mei lalu. Jadi menurut dia, sungguh ironis jika atlet PPLP tenis meja belum mendapatkan tempat latihan yang layak dan nyaman.

Dia menuturkan, para atlet PPLP perlu diberi venue yang layak. Selain secara psikologis akan menambah motivasi, pemberian tempat yang layak ini, juga sebagai bentuk penghargaan dan perhatian kepada mereka yang telah menorehkan prestasi.

“Harapan kami, ada perhatian bagi para atlet tenis meja, dengan memberikan tempat yang lebih memenuhi standar untuk berlatih,” tandasnya.

(Hendra Setiawan/CN39/SM Network)

Comments

comments