BERLATIH: Sejumlah petenis meja saat berlatih di Gedung Perkumpulan Fu Qing, Jalan Gajah, No 9 Gayamsari, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

Tenis Meja Jateng Berupaya Pertahankan Sejarah

BERLATIH: Sejumlah petenis meja saat berlatih di Gedung Perkumpulan Fu Qing, Jalan Gajah, No 9 Gayamsari, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

BERLATIH: Sejumlah petenis meja saat berlatih di Gedung Perkumpulan Fu Qing, Jalan Gajah, No 9 Gayamsari, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

DALAM percaturan tenis meja Indonesia, para atlet Jateng memang tidak pernah ‘’mati’’, mereka selalu tampil dalam persaingan di tingkat nasional. Di arena kejuaraan nasional, turnamen nasional dan juga pekan olahraga nasional, para petenis meja Jateng hadir dan mampu mencatatkan prestasi. Ini adalah sejarah yang patut dipertahankan.

Bukti terbaru dari kualitas cabang ini adalah kesertaan mereka di PON XIX yang akan berlangsung di Jabar,  17 – 29 September mendatang. Jateng merupakan salah satu daerah yang disebut-sebut akan mampu bersaing dengan dua daerah tangguh, yakni DKI Jaya dan Jatim. Namun saat ini, menurut Ketua Harian Pengprov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jateng, M Farchan,  kekuatan secara nasional mulai agak merata dengan muncul kekuatan baru seperti Jabar, Kalsel, Kaltim, Sumut dan daerah lain.

Nah, bagaimana Jateng mempersiapkan diri untuk bisa bersaing di arena PON tersebut? Inilah yang dibahas SMNetwork secara live di TVKU, pada Kamis (25/8) mulai pukul 16.30 – 17.30 dengan menghadirkan Manajer Tim Pelatda PON, Eddi Pramudjie dan pelatih Irvan sebagai nara sumber.

Jateng yang memoloskan atlet di semua nomor, yakni nomor beregu putra dan putri, kemudian tunggal putra tunggal putri, ganda putra dan ganda putri serta ganda campura kini telah menggembleng para pemainnya dalam pemusatan latihan. Di sana ada Ceria Nilasari, Lilis Indriyani, Wahyuningrum Angraeni, Anisa Mauldy Khalif di bagian putri, kemudian Agus Fredy Pramono, Doni Prasetya Aji, Jeli da Costa, Danang Tri Pamungkas di bagian putra.

Menurut, Eddi Pramudjie, secata fisik dan teknis kondisi anak-anak asuhannya sudah siap tampil di PON. Kini tinggal menjaga kondisi mental pemain supaya mereka bisa tetap fokus menghadapi persaingan di arena nasional itu. Perjuangan di PON memang berat. Pasalnya, dua pesaing utama, yakni DKI dan Jatim melakukan persiapan sangat serius. Mereka bahkan sudah lebih dari tiga bulan berada di China untuk manjalani pelatih dan sparring partner dengan pemain-pemain China yang dikenal sebagai kekuatan utama dunia.

Kekuatan tim ibu kota ini bertumpu pada  10 pemain yang telah dipersiapkan secara khusus, seperti David Jacobs, Rocky Christopher, Bagus Adji Saputra, Ronald Kadiera dan Taufik Dzikri di bagian putra, kemudian Stella Priska Palit, Mira Fitria, Rina Sintia, Desi Ramadanti dan Tasya Fabian di bagian putri. Namun hanya akan ada delapan pemain yang masuk tim inti, yakni 4 putra dan 4 putri untuk memburu medali emas di nomor beregu putri, ganda putri dan ganda campuran.

Lalu bagaimana kekuatan pesaing lain, yakni Jatim? Manajer Pra-PON Jatim, Diana Wuisan pernah menyebutkan sangat optismis menatap PON Jabar.  Dimotori  Christine Ferliana, Gustin Wijayanti, Widya Wulan dan Sillir Rovani di bagian putri, dan  Vicky Supit, Julius Dwi Cahyo dan Muhammad Husein di bagian putra,  bisa saja Jatim menjadi salah satu tim tertagguh di Tanah Air. Yang pasti, satu tekad yang telah digelorakan Vicky dkk adalah mempertahankan gelar juara umum di cabang tenis meja PON.

Tetapi dari perjalan persiapan di pelatda, baik itu dalam try out, try in maupun ketika ambil bagian dalam turnamen di sejumlah daerah, tim tenis meja Jateng sudah memperlihatkan kematangan. Artinya, mereka kini sudah siap tampil di PON dan tugas para ofisial adalah menjaga para kondisi atlet agar mampu menampilkan permainan terbaik di Jawa Barat nanti.

(I Nengah Segara Seni / CN26)

Comments

comments