Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Tenis Meja Genggam Tiga Perak 8th Al Watani Championships

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Tiga medali perak dan empat perunggu digenggam tim pelatnas tenis meja National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada kejuaraan internasional di Jordania. Prestasi itu diraih para petenis meja Merah-Putih pada ajang bertajuk 8th Al Watani Championships 2015 yang berlangsung pada Senin-Rabu (19-21/10).

Medali perak disabet Agus Sutanto dari nomor tunggal kelas TT5 dan Supriyatna Gumilar (tunggal TT9). Supriyatna juga meraih perak di kategori beregu, saat tandem dengan paralimpian Srilanka Dinesh di kelas TT9-10. Sementara perunggu diraih Adyos Astan (tunggal TT4), Rian Prahasta (tunggal TT8), serta duet Agus Sutanto-Tatok Hardiyanto (beregu TT4-5) dan Rian Prahasta-Joni Bonoso (beregu TT8).

”Kejutan terjadi saat Supriyatna menundukkan Zhao Yi Qing, seeded kedua asal Tiongkok di kelas TT9. Zhao merupakan pemegang peringkat sembilan ITTF (International Table Tennis Federation-red),” kata pelatih pelatnas tenis meja NPC, Rima Ferdianto, Kamis (22/10).

Pada pertarungan perebutan juara grup itu, Supri unggul 3-2 atas Zhao. Namun pada partai final, dia kalah 1-3 dari pemegang peringkat pertama ITTF, Ma Lin. Lawan-lawan yang dihadapi paralimpian Indonesia pada seluruh partai final berasal dari Tiongkok.

Rima mengungkapkan, perlawanan ketat dilakukan para petenis meja Indonesia tersebut pada babak puncak. Dia mencontohkan, pengumpulan poin saling menyusul terjadi ketika Supriyatna bertarung melawan Ma Lin, kendati akhirnya Supri kalah.

Hal serupa juga dilakukan Agus Sutanto saat duel melawan Cao Ning Ning pada pertandingan tunggal TT5. ”Meski akhirnya kalah, tetapi Agus telah melakukan perlawanan ketat terhadap Cao,” tutur Rima.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments