SMASH: Paralimpian Sella Dwi Radayana melepas smash dalam pelatnas NPC di kompleks Manahan, Solo. Dia menjadi salah satu tumpuan Indonesia dalam ASEAN Para Games Singapura 2015. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Tenis Meja Buru Juara Umum APG

SMASH: Paralimpian Sella Dwi Radayana melepas smash dalam pelatnas NPC di kompleks Manahan, Solo. Dia menjadi salah satu tumpuan Indonesia dalam ASEAN Para Games Singapura 2015. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SMASH: Paralimpian Sella Dwi Radayana melepas smash dalam pelatnas NPC di kompleks Manahan, Solo. Dia menjadi salah satu tumpuan Indonesia dalam ASEAN Para Games Singapura 2015. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Tim tenis meja National Paralympic Committee (NPC) Indonesia kembali memburu predikat juara umum dalam ASEAN Para Games (APG) VIII/2015 yang bakal digelar di Singapura, Desember mendatang. Tiga puluh satu paralimpian (atlet difabel) ditempa dalam pelatnas yang dipusatkan di Solo, guna merealisasikan buruan tersebut.

“Jika nomor-nomor yang dipertandingkan mengacu pada APG Myanmar 2014, maka kami menargetkan perolehan 19 medali emas. Waktu itu kami jadi juara umum dengan 16 emas dan kami bertekad untuk jadi juara umum lagi di Singapura,” kata pelatih pelatnas tenis meja NPC, Rima Ferdianto, Rabu (18/3).

Namun belum terbitnya technical handbook APG Singapura, membuat pihaknya belum bisa memastikan secara rinci, siapa saja yang dijagokan untuk menggenggam emas. Sebab nomor-nomor yang digelar di arena pesta olahraga difabel tingkat Asia Tenggara di Myanmar, Januari tahun lalu, ternyata berbeda dengan nomor yang dipertandingkan dalam Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea.

Yakin

Menurut Rima, pertarungan negara-negara di benua Asia pada <I>multievent<P> difabel di Incheon hanya memperebutkan 28 medali emas. “Jika acuannya di Incheon, maka kami targetkan membawa pulang 14 emas dari cabang tenis meja,” tandas dia.

Beberapa paralimpian optimistis mampu meraih gelar juara dalam persaingan di Singapura mendatang. Petenis meja kelas kecacatan TT5 Agus Sutanto (ranking 12 dunia versi ITTF) dan Tatok Hardiyanto (ranking 22) yakin dapat kembali merebut emas. Demikian pula atlet putri Sella Dwi Radayana (ranking 18) yang akan bersaing di kelas TT10.

“Saya akan berjuang keras untuk menjadi terbaik dalam nomor-nomor yang bisa saya ikuti. Tapi saya kan juga belum tahu, nomor apa saja yang dipertandingkan,” kata Agus yang menyabet tiga emas di Myanmar.

Kendati demikian, pertarungan sengit sudah pasti mereka hadapi. Rima memprediksi, para paralimpian dari Thailand, Vietnam dan Malaysia bakal menjadi pesaing terberat di arena tenis meja. “Tapi kalkulasinya, kami masih bisa mengungguli tim-tim itu dalam perolehan medali,” ujarnya.

(Setyo Wiyono/CN39)

Comments

comments