Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Teknik Pegulat Pelatda Jateng Digenjot

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

SEMARANG, suaramerdeka.com  - Pegulat pelatda Jateng mulai melakukan tahap persiapan khusus menghadapi PON XIX 2016 Jabar, September mendatang. Pada awal tahap tersebut, teknik dan strategi bertanding mereka akan digenjot oleh tim pelatih. Berkaca pada hasil uji coba di Surabaya, beberapa waktu lalu, kekurangan masih terlihat pada sisi tersebut.

”Meski mengalami perkembangan, performa mereka masih belum sesuai harapan saat uji coba. Memang, try out di Surabaya lalu, belum menjadi acuan dan anak-anak belum mengeluarkan kemampuan terbaik. Setidaknya, kami sudah punya gambaran sejuah mana penyerapan program latihan dalam pelatda,” tutur Manajer tim gulat Jateng Ukky Juli Setiawan, Selasa (10/5).

Ukky yakin, dengan waktu yang ada, pegulatnya masih bisa berkembang hingga ajang multicabang empat tahunan tersebut. Pihaknya juga tengah merencanakan uji coba untuk pegulat dua hingga tiga kali untuk pemantapan. Dua uji coba itu, kata dia, dimasukkan pada tahap pra kompetisi dan kompetisi. Namun, program tersebut masih melihat perkembangan dan kebutuhan.

Ketua Umum Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jateng Andreas Budi Wirohardjo mengatakan, telah memetakan kekuatan lawan-lawan di PON XIX nanti. Pihaknya akan mengawal secara khusus pada mulai tahap persiapan khusus ini hingga kompetisi. Sejauh ini, dia menilai pegulat dari Jatim, Jabar, DKI Jakarta, dan Kaltim menjadi pesaing terberat.

”Kami akan memaksimalkan potensi yang ada untuk persiapan tim gulat Jateng. Kami optimistis bisa meningkatkan prestasi di PON XIX nanti. PGSI Jateng juga akan memetakan peluang pegulat di masing-masing kelas,” jelas dia.

Seperti diketahui, provinsi ini meloloskan empat pegulat ke Jabar nanti. Mereka adalah Wirma Fujiyanti (53 kg bebas putri), Suhartatik (60 kg bebas putri), Jumain (97 kg bebas putra) dan Bayu Sumantyo (59 kg grecko roman).

(Krisnaji Satriawan / CN26)

Comments

comments