Foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal

Tatap PON 2020, Atlet Papua Disekolahkan ke APM

Foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal

Foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal

JAKARTA, suaramerdeka.com – Papua cukup serius menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Sebagai tuan rumah, provinsi paling timur Indonesia ini tak hanya menyiapkan infrastruktur yang memadai, tapi juga mengirim beberapa atlet untuk belajar di wilayah lain.

Hal itu dilakukan supaya Papua bisa mendulang sukses prestasi selama menjadi tuan rumah PON 2020. Kali ini, cabang olahraga yang diseriusi adalah ketangkasan berkuda atau equestrian. Tujuh atletnya dikirim untuk berlatih di klub berkuda Adria Pratama Mulya (APM), Tigaraksa, Tangerang. Apalagi, di situ juga punya sekolah atau SMA APM yang memasukkan kurikulum nasional dengan intrakurikuler equestrian.

Tujuh atlet yang sedang belajar di tempat tersebut, empat di antaranya putra dan tiga putri. Mereka adalah Billy Ramandey, Korni Wanimboh, Elianus Enembe, Rafalino Jowey, Petronela Insos, Estevina dan Jammy Daundy.

Billy Ramandey mengutarakan, tekadnya cukup bulat untuk meninggalkan tanah Papua guna belajar berkuda di APM Tangerang. Dia optimistis Papua bisa sejajar dengan provinsi lain, bahkan bisa lebih bagus dalam equestrian pada PON 2020 mendatang.

“Saya ingin menjadi atlet Papua pertama yang mampu meraih medali emas pada PON 2020. Karena itu, jauh-jauh dari Papua saya nekat belajar ke sini untuk mengharumkan nama daerah saya,” ujar Billy di sela ajang FEI World jumping Challenge 2016 & Cinta Indonesia open (CIO) 2016 di APM Equestrian Centre, Tigaraksa, Tangerang.

Pendiri klub APM Triwatty Marciano mengakui, Papua memang serius mempersiapkan atlet-atletnya untuk terjun di PON 2020. Hal itu dibuktikan dengan upaya Papua yang mendanai secara penuh ketujuh atlet yang sedang menimba ilmu berkuda tersebut.

“Mereka sengaja dikirim sekolah di APM supaya PON 2020 bisa memakai atlet asli daerah,” terang Triwatty yang juga istri mantan Kepala BIN Marciano Norman ini.

Salah satu guru equestrian SMA APM, Ahmad Munawar menambahkan, atlet-atlet asal Papua memiliki potensi cukup bagus untuk mengendalikan kuda. Mereka juga mempunyai tekad belajar yang kuat guna mengenal dan memahami karakter kuda.

“Berkuda itu bisa dipelajari. Mereka yang dari Papua asalnya tidak mengenal kuda, bahkan belum pernah tahu kuda. Tapi setelah memiliki keinginan kuat untuk belajar equestrian, mereka bisa,” kata Munawar.

(Arif M Iqbal/CN39/SM Network)

Comments

comments