Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Tarung Derajat, Salah Satu Tumpuan Medali PON

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

Foto: suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan

JADIKANLAH Dirimu Oleh Diri Sendiri! Ini adalah motto yang dipegang teguh seluruh anggota Perguruan Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri Tarung Derajat. Karena itu, sesulit apapun rintangan, seberat apapun tantangan Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) harus mampu mengatasinya.

Dengan prinsip itu pula mereka menghadapi  berbagai kendala di lapangan dalam upaya mencapai prestasi puncak di berbagai arena pertandingan. Bagi para petarung Jateng, ini sudah dibuktikan di arena babak kualifikasi PON XIX, ketika mereka mampu menjadi juara umum dengan raihan empat medali emas, tiga perak dan dua perunggu.

Jateng lolos di 11 dari 17 nomor yang dipertandingkan. Kekuatan tim Kodrat Jateng ke PON XIX di Jabar yang berlangsung 17 – 29 September mendatang adalah 14 atlet, terdiri atas enam orang untuk nomor tarung bebas putra, tiga atlet di nomor tarung bebas putri, lainnya untuk nomor rangkaian gerak putri dan gerak tarung beregu campuran.

Mereka yang berhasil menyumbangkan medali emas adalah, Kuswandi di kelas 49,1 –52 kg tarung bebas putra, Tarjuman di kelas 55,1 – 58 kg tarung bebas putra, Imam Sugiri di kelas 58,1 – 61 kg tarung bebas putra, serta di nomor seni gerak dengan tim bermaterikan Diah Puspitasari, Devi Puspitasari, Sucipta Rasa.

Kemudian untuk perak direbut Fatah Abdul M di kelas 52,1 – 55 kg tarung bebas putra, Devi Larasati di kelas 62,1 – 66 kg tarung bebas putri dan di nomor seni gerak beregu campuran yang menurunkan Danang Prasetyo, Deni Karyan, Devi Puspitasari, Sucipta Rasa.

Lalu perunggu oleh Bahtiar Rifai untuk kelas di atas 80 kg tarung bebas putra dan Noer Faizah di kelas 50,1 kg – 54 kg tarung bebas putri. Nah, sejauh mana persiapan dan kondisi para atlet tarung derajat Jateng yanghingga akhir pekan lalu masih digembleng di pelatda, sebelum mereka memasukimasa istirahat sepekan di awal Ramadan ini?

Inilah yang akan dibahas secara tuntas melalui program Spirit Jateng menuju PON XIX  secara live di TVKU, Kamis, 9 Juni 2016 mulai pukul 15.30 – 16.30 WIB.

Program yang digarap Suara Merdeka Network melalui jaringan Harian SuaraMerdeka, Harian Wawasan, Harian Banyumas, Suara Merdeka.com, Tabloid Wanita Jawa Tengah Cempaka akan menghadirkan narasumber Ketua Harian Pengprov Tarung Derajat PI Soegiharto, Manajer Tim PON Ipang Setiawan serta pelatih Madi Sudradjat.

Harapan Medali

Jika hanya melihat dari babak kualifikasi ini, tentu saja KONI Jateng bisamanaruh banyak harapan kepada para atlet tarung derajat dalam upaya mengisi pundi-pundi  medali di PON mendatang.

Hingga memasuki bulan keempat pemusatan latihan daerah (pelatda) yang digelar di Jl Guntur Nomor 3 Semarang, para petarung begitu bersemangat menjalani hari-hari  yang melelahkan dengan menguras tenaga, memeras keringat dalam melalap programlatihan fisik, teknik dan juga ‘’ujian’’  mental.

Menurut Madi, dalam pelatda ini pihaknya memang menerapkan sistem promosi–degradasi. Sistem ini memungkinkan penggantian atlet menjelang PON, karena di cabang tarung derajat aturan PB PON dalam menentukan kelolosan atlet berdasarkan by number bukan by name.

‘’Sistem ini juga membuat atlet tidakberani main-main dalam mempersiapkan diri. Bagi kami, siapa yang terbaik,merekalah yang diberangkatkan. Kami tidak mau membuat pertaruhan, karena kamiharus bertanggung jawab kepada KONI Jateng dan pemerintah daerah,’’ katanya.

Karena itulah, Ketua Umum Pengprov Tarung Derajat, Putut Sutopo menekankan, di pelatda selain soal teknis dan nonteknis yang selalu menjadi perhatian pelatih,maka pembinaan mental atlet juga tak boleh ditinggalkan.

‘’Rasa cinta Jawa Tengah, fanatisme daerah, niat luhur dan suci untuk mengabdi kepada Jateng melalui olahraga benar-benar kami tanamkan. Kami yakini, para atlet tidak akantergoda oleh hal-hal nonteknis. Sportivitas adalah junjungan kami di lapangan,’’ kata PI Soegiharto.

Soal target PON, Soegiharto menyebutkan, sebisa mungkin memperbaiki prestasiPON XVII Riau yang berhasil merebut dua emas, tiga perak dan satu perunggu. Jateng tidak mau muluk-muluk membebani tim PON-nya. Mereka tidak menargetkan juara umum cabang ini seperti di babak kualifikasi lalu, tetapi hanya ingin menambah raihan medali.

Ini adalah sikap yang realistis, karena dalam babak kualifikasi PON belum semua kekuatan di Indonesia turun. “Kami tahu, Jabar sebagai pusatnya tarung derajat belum tampil di kualifikasi PON. Ini artinya, Jabar sebagai tuan rumah mememiliki peluang di 17 nomor,sementara kami hanya di 11 nomor. Kami tahu gambaran persaingan, tak jauh beda dengan di babak kualifikasi. Yang terpenting sekarang adalah mematangkananak-anak agar bisa mencapai kondisi puncak di PON,” katanya.

(I Nengah Segara Seni / CN26)

Comments

comments