Para peserta Yamaha Sunday Race seri 2 berfoto bersama saat seremoni pembukaan Minggu (24/4) kemarin di sirkuit Sentul Bogor. (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

Tak Hanya Kompetisi dan Fun Tapi Juga Budaya Balap

Para peserta Yamaha Sunday Race seri 2 berfoto bersama saat seremoni pembukaan Minggu (24/4) kemarin di sirkuit Sentul Bogor. (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

Para peserta Yamaha Sunday Race seri 2 berfoto bersama saat seremoni pembukaan Minggu (24/4) kemarin di sirkuit Sentul Bogor. (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

AJANG BALAP satu merek paling beken dan menyita banyak perhatian di Indonesia adalah ajang Yamaha Sunday Race (YSR). Pada Minggu (24/4) kemarin ajang YSR telah memasuki seri ke 2 yang tempatnya selalu di lakukan di sirkuit internasional Sentul. Tahun ini merupakan gelaran ke dua YSR setelah tahun lalu sukses besar.

Di kompetisi yang menandingkan banyak sekali kelas ini Yamaha Motor Indonesia Mfg (YIMM) ingin membuat sebuah budaya baru khususnya di cabang olah raga balap. “Kami terus mengedukasi pengguna Yamaha untuk terjun langsung dan terlibat di YSR. Selain memberikan wadah buat mereka yang cinta dengan balap di ajang ini kami juga menyediakan segudang kegiatan untuk peserta dan pengunjung. Sunday Race merupakan sebuah kegiatan baru yang terus kita dorong agar budaya balap di akhir pekan bisa menjadi pilihan utama konsumen kami,” terang M. Abidin, GM Service and Motorsport PT. YIMM.

Benar saja pada setiap ajang YSR di gelar ribuan pengunjung selalu memadati sirkuit Sentul. Tak hanya ingin menonton kompetisi balap saja namun juga terlibat dalam segala kegiatan yang telah di rancang oleh Yamaha Indonesia. Selain tontonan utama berupa balap motorsport yang menandingkan kelas Motorsport, banyak kegiatan pendamping yang tak kalah serunya.

Salah satunya adalah Fun Riding Competition (FRC) yang saat ini mulai banyak peminatnya berkat Yamaha yang pertama kali menggelarnya di Indonesia dalam ajang Yamaha Sunday Race.

Pada seri kedua Yamaha Sunday Race itu FRC kembali digelar kali ini untuk komunitas Nmax dan pengunjung yang kebagian mencoba Xabre. Nikmatnya berkendara fun di trek buatan seluas 90 m x 70 m itu dimanfaatkan betul para peserta yang sekaligus mengekplorasi riding skill. Mereka enjoy karena bisa meluapkannya lebih maksimal di trek ketimbang di jalan raya.

Lima lap dilahap untuk menguji kemampuan membaca karakter trek yang dibuat untuk merasakan fun riding. Di situ mereka belajar mengenal kemampuannya dan berlatih meningkatkan skill. Ilmu safety riding pun bertambah karena edukasi itu ada dalam fun riding, fun tapi tetap safety.

Hasil uji skill peserta dinilai dari best lap time dengan diawasi oleh instruktur Yamaha Riding Academy (YRA). Pemenang diapresiasi mendapatkan piala dan uang tunai. Peserta yang ikut memang di batasi hanya 50 dari komunitas dan 50 peserta dari pengunjung.

”Setelah diadakan di seri pertama Yamaha Sunday Race dan supporting aktivitas HUT (Hari Ulang Tahun) TNI AU (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara) ke-70 bersama freestyler Wawan Tembong, fun riding competition makin dikenal dan disukai komunitas maupun publik. Karenanya sekarang kami kerap mengadakannya di event yang cocok buat mereka enjoy riding namun tetap safety,” beber Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Acara pendukung lainnya yang tak kalah hebohnya antara lain, games, doorprize, test ride, free check service, kontes modifikasi, bakti sosial, bazaar, entertainment music, exhibition booth dari Yamalube, Sakura, NGK, BRT, Pirelli, Dunlop, IRC, AAI, Motobatt, Tekiro, KYT, KYB, DID. Banyak diskon menarik untuk produk-produk di exhibition booth.

Edukasi Pembalap Komunitas

Kompetisi balap di YSR dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan pesat baik dari segi kuantitas dan kualitas. Peserta pada seri ini tercatat ada 207 starter dan terbanyak adalah peserta di kelas Komunitas B yakni 80 peserta. Pada kelas ini pesertanya adalah para pengguna Yamaha R25. Patut di cermati adalah selain pesertanya cukup banyak ternyata mereka juga semakin lihai menaklukan motornya di sirkuit Sentul.

“Biasanya beberapa minggu sebelum balap di gelar para peserta ini mendapatkan coaching clinic dari Yamaha. Mereka di beri pengetahuan bagaimana mensetting motor baik elektronik, mesin maupun suspensi.

Selain itu mereka juga di bekali dengan keahlian cara membalap yang benar di sirkuit. Jadi ketika mereka balapan sudah bisa memahami dengan benar. Dari waktu ke waktu catatan yang di bukukan sudah mulai bagus dan terus di pertajam, ini artinya mereka mampu mengaplikasikan ilmu yang di peroleh dengan benar saat balapan,” terang Richard, dari Divisi Motorsport PT. YIMM.

Dari tim Jateng yakni Yamaha DDS 3 kali ini menurunkan  8 peserta yang ikut di kelas  Comm B, 7 peserta dan Comm Pro, 1 peserta atas nama Ahmad Nurofik. Nurofik yang baru ikut di seri ke dua ini mampu finish di posisi 13.

“Masih banyak yang perlu di tingkatkan utamanya pada mesin. Saat ini kami masih menggunakan Cam standar dan head cylinder hanya porting saja. Masih banyak PR dan mungkin kedepannya bisa lebih baik,” terang Didik, tuner dari tim DDS 3.

Ada yang cukup menarik dari kegiatan YSR seri kedua ini di mana Yamaha menyediakan 5 motor untuk wartawan yang ingin ikut balapan. Motor yang di gunakan sudah di upgrade dan para jurnalis di ikutkan di kelas yang cukup bergengsi yakni di kelas Comm A.

(Heru Fajar/CN39/SM Network)

Comments

comments