Foto: en.mastkd.com

Taekwondo Solo Incar Delapan Emas Kejuaraan Terbuka Nasional

Foto: en.mastkd.com

Foto: en.mastkd.com

SOLO, suaramerdeka. com - Delapan medali emas diincar para taekwondoin Solo pada kejuaraan terbuka nasional taekwondo di GOR Bahurekso Kendal, 17-19 Oktober mendatang. Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bengawan berencana menurunkan 86 atlet yang terbagi dalam tim Solo A dan Solo B guna memburu target pada ajang tersebut.

”Kalau delapan medali emas tersebut bisa diraih, perhitungan saya, Solo bakal menjadi juara umum,” kata Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot TI Solo, Ali Solikhin, Senin (6/10).

Para taekwondoin yang diandalkan dalam perburuan emas antara lain Irsyad Rafa (-22 kg putra), M Auldey Daffa (-30 kg putra), Javier Ivan Aldo (-32 kg putra), Arno Safikko (-34 kg putra), Hanifan Fiddin (-37 kg putra), Araka Iqbal (-45 kg putra) dan Dimas Gilang (-51 kg putra).

Selain itu, Tasya (-52 kg putri), Analicia Bella (-42 kg putri), Pradinda Puspa (-30 kg putri). Mereka menjadi tumpuan pada kategori kyurugi atau pertarungan. Sedangkan di arena poomsae (ketrampilan jurus), medali emas diharapkan bisa digenggam Zildjian Muhammad dan Hanafia Salma.

Ali mengungkapkan, gambaran perburuan target tersebut didasarkan pada hasil raihan delapan medali emas tim Kota Bengawan pada kejuaraan terbuka nasional pelajar di Kudus, September lalu. Kala itu kontingen Solo membawa pulang delapan medali emas, tiga perak dan 12 perunggu.

Medali emas kejuaraan di Kudus disabet Rivania Putri dari kelas under 49 kg putri, Nabila Nindi (-21 kg putri), Pradinda Puspa (-32 kg putri), Theresia Elasari (-44 kg putri), Arno Safikko (-34 kg putra), Yohanes Reviando (-37 kg putra), Hanifan Fiddin ( -39 kg putra) dan Irvan Julian (-46 kg putra). ”Sebagian besar peraih emas bakal kembali bertarung di Kendal nanti. Performa mereka saat ini semakin meningkat,” ungkap Ali.

Pria yang juga pelatih Pengkot TI Solo itu menambahkan, para atlet yang diproyeksikan beradu ketangguhan pekan depan, kini digembleng dalam latihan terpusat di dojang Manahan setiap Selasa dan Jumat sore. Di luar jadwal itu, mereka berlatih di dojang masing-masing. ”Kami kirim banyak atlet, sekaligus untuk meningkatkan jam terbang terutama bagi para pemula,” tambah dia.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments