Suzuki Indonesia Challenge Satria Cup 2015 menjadi ajang pencarian bibit berbakat di Indonesia yang bakalan diorbitkan Suzuki ke jenjang Internasional. (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

Suzuki Bawa 3 Pembalap ke Balap Asia

Suzuki Indonesia Challenge Satria Cup 2015 menjadi ajang pencarian bibit berbakat di Indonesia yang bakalan diorbitkan Suzuki ke jenjang Internasional. (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

Suzuki Indonesia Challenge Satria Cup 2015 menjadi ajang pencarian bibit berbakat di Indonesia yang bakalan diorbitkan Suzuki ke jenjang Internasional. (suaramerdeka.com/Heru Fajar)

SENTUL, suaramerdeka.com – Sirkuit Internasional Sentul (22/3) menjadi saksi lahirnya tiga pembalap Indonesia yang akan bertarung di ajang Suzuki Asian Challenge Satria Cup 2015 yang akan dilangsungakn menjelajah di sirkuit-sirkuit internasional di Benua Asia.

Total 23 pembalap dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi beradu skill di sirkuit kebanggaan Indonesia yang jadi kawah candradimuka ajang Suzuki Indonesia Challenge Satria Cup ini.

“Suzuki Indonesia Challenge Satria Cup ini tujuan utamanya mencari pembalap muda Indonesia yang akan kami orbitkan ke penjenjangan yang mengarah ke kancah dunia. Bersama Suzuki kita pasti bisa bersama membawa nama bangsa ke kancah dunia. Setelah jenjang Asia bisa lanjut ke kejuaraan All Japan, kejuaraan di Spanyol, ataupun di Moto America yang bisa menjadi jalan ke MotoGP maupun World Superbike,” papar Endro Nugroho, Senior Director Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales selaku produsen Suzuki di Indonesia.

Suzuki Indonesia Challenge Satria Cup berlangsung dari akhir Desember 2014 hingga sampai final di Sentul ini, mempertandingakan motor Suzuki Satria FU dengan spek yang sama. Lima seri balapan dilaksanakan untuk menjaring lima pembalap dari masing-masing seri.

Seri pertama di Cimahi, kemudian Medan, Malang, Sidrap (Sulawesi Selatan), dan seleksi terakhir di Samarinda. Total seharusnya 25 pembalap namun ada dua yang kebetulan sakit jadi tinggal 23 pembalap yang bersaing. Para pembalap Indonesia akan bersaing melawan pembalap dari Malaysia, Vietnam, Thailand, Kamboja di Suzuki Asian Challenge yang satu rangkaian dengan Asian Road Racing Championship atau yang lebih dikenal sebagai AsianGP.

Sebelum balap, keduapuluh tiga pembalap tersebut mendapat bimbingan langsung dari tes rider Suzuki MotoGP Team yang juga mantan pembalap GP era GP500 dan awal awa era MotoGP motor 4 tak, Nobuatsu Aoki. Selain Aoki, para pembalap dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut mendapat bimbingan dari Rafid Topan Sucipto yang merupakan pembalap Suzuki Indonesia juara Indoprix 2014 dan pernah tampil full series di ajang Moto2 pada 2013. Oleh Aoki dan Topan, pembalap-pembalap ini diberi coaching clinic soal racing line dalam bertarung di sirkuit besar seperti di Sentul. Rata-rata pembalap-pembalap ini lahir dari sirkuit non permanen khas di kejuaraan motor di Indonesia.

“Saran dari Aoki bebar-benar bermanfaat bagi saya. Saya baru pertama kali ini balap di Sentul dan berkat bimbingan mereka berdua saya jadi cukup paham sekarang bagaimana membalap di Sentul yang punya panjang 3.965 meter ini,” papar Adhi Chandra, juara seri grand final ini.

Pada jalannya lomba, pertarungan ketat dari total 3 race melahirkan Adhi Candra asal Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara sebagai juara pertama. Performa pembalap berusia 16 tahun itu mendominasi jalannya dua race awal dan meraup poin penuh 50. Posisi kedua muncul pembalap dari Karawang, Dedy Kumohon, yang berusia 20 tahun. Menjadi dua besar dari hasil dua race awal membuat Adhi Candra dan Dedy Kumohon tak perlu lanjut ke race 3. Race 3 menjadi penentuan bagi satu pembalap terakhir yang bakalan lolos menuju kejuaraan Asia.

Sisa 21 pembalap pun kembali mempunyai kesempatan sama untuk menjadi pembalap ketiga yang akan menemani Adhi Chandra dan Dedy Kumohon. Hasil dari pertarungan sengit di race 3 mengantarkan Andreas Gunawan asal Lampung menjadi pembalap ketiga yang naik ke jenjang Asia. Andreas sendiri merupakan pembalap kencang, di merupakan peraih best time dari hasil kualifikasi.

“Sayang saat race pertama saya tertabrak pada lap keenam dari total 8 lap yang dilombakan,” papar Andreas Gunawan yang berasal Bandar Lampung.

Andreas membalap race 3 dalam kondisi sakit atas kecelakaan yang menimpanya tersebut.

Suzuki Asian Challenge 2015 sendiri akan berlangsung 6 seri yang akan diawali di Sirkuit Sepang, Malaysia (16-19 April), seri kedua Sentul, Indonesia (4-7 Juni), seri ketiga di Suzuka, Jepang (1-5 Juli), kempat di Buriram, Thailand (27-30 Agustus), seri kelima di Losail, Qatar (30 September-3 Oktober), dan terakhir kembali di Buriram, Thailand (3-6 Desember).

Suzuki Asian Challenge akan mempertandingkan motor Suzuki Satria FU 150 yang akan didevelop oleh Kagayama Team dari Jepang. “Bila pembalap-pembalap Indonesia bisa juara pasti mereka akan kami bawa naik ke level selanjutnya,” tutup Endro Nugroho, Senior Director Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales.

(Heru Fajar/CN39)

Comments

comments