Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Spirit Jateng PON 2016

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

Foto: suaramerdeka.com / Hendra Setiawan

PEKAN Olahraga Nasional merupakan titik kulminasi suklus pencapaianprestasi atlet Indonesia. Semua provinsi di Indonesia fokus menggembleng atlet-atletnya untuk bertarung di PON XIX yang akan digelar pada 17 – 29 September mendatang di Jawa Barat.

Tak ketinggalan Jawa Tengah pun melakukan hal yang sama. Proses pembinaan dan peningkatan prestasi sudah bergulir secara bertahap, terencana, dan terarah sejak empat tahun yang lalu, selepaspelaksanaan PON XVIII di Riau.Satukan tekad, raih prestasi! Itulah moto yang didengungkan oleh KONI Jateng untuk menghadapi PON XIX ini.

Kini, sekitar 100 hari lagi pesta para atlet Indonesia itu digelar. Sejauh mana persiapan Jawa Tengah oleh induk organisasiolahraga maupun melalui koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sudah mencapai hasil?Apa kendala yang dihadapi di lapangan, dan bagaimana pula mengatasinya?

Untuk itu, jaringan media terbesar di Jawa Tengah, Suara Merdeka Network yang terdiri atas Harian Suara Merdeka, Wawasan, Harian Banyumas, TVKU, Suaramerdeka.com, dan tabloid wanita Jawa Tengah Cempaka, menggelar acara acara live di TVKU, Jumat 7 Mei 2016 dengan mengundang narasumber dari KONI Jateng, yakni Ketua Umum Hartono, Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi Sudarsono,dan Ketua Pelatda PON Dr Taufik Hidayah untuk mengupas tuntas persiapan kontingen PON Jateng ini.

Perbicangan mengenai plus-minus persiapan kontingen Jateng ini akan ditayangkan live pukul 15.30 -16.30. Dari pantauan tim Suara Merdeka Network, ternyata persiapan Jateng menuju PON tidak mulus di semua lini. Setidak-tidaknya yang paling menonjol saat ini adalah, hingga pekan lalu dana persiapan dan peningkatan prestasi atlet yang lolos dari babak kualifikasi PON belum cair dari pemerintah provinsi.

Tetapi semangat para pengabdi olahraga mulai dari pengurus, pelatih, serta atlet masih tetap tinggi. Pening kepala memang ya, karena pengprov induk olahraga yangatletnya lolos ke PON harus mencari utangan kanan – kiri untuk menambalkebutuhan pelatda.

Tetapi, kita berharap mudah-mudahan hal ini tidak lamaberlangsung, dan Gubernur Ganjar Pranowo segera memahami persoalan yang ada dibawah.Mencermati persiapan di lapangan, ada tiga (bisa juga empat) bidang yangsejak dua tahun terakhir ditangani secara serius.

Bidang non teknis yang takterkait langsung dengan peningkatan prestasi atlet adalah penguatan organisasi,dan penguatan tata kelola keuangan. Adapun yang terkait langsung denganprestasi adalah penguatan bidang pembinaan yang bermuara pada
peningkatan prestasi.

Sementara yang keempat menyangkut penguatan hubungan eksternal yang bisa saja berpengaruh pada gerak langkah KONI dalam mencapai  obsesi di PON, baik menyangkut jumlah medali maupun peringkat.

Misalnya, bagaimana hubungan KONI Jateng dengan KONI provinsi lain di Indonesia, bagaimana hubunganKONI Jateng dengan KONI Pusat, bagaimana para pelatih Jateng memiliki relasidengan pelatih nasional dan lainnya.

Hal ini penting, karena persoalan relasi sangat terkait dengan penyerapan ilmu (kepelatihan), keputusan (kebijakan KONI), dan bahkan penyelesaian konflikantardaerah (dalam hal perebutan atlet).

Wakil Ketua II KONI Jateng Drs Sudarsono menyebutkan, langkah penting menuju medan laga Septembermendatang adalah ketika Jateng sudah tahu ‘’siapa aku’’.

Dia tegas berujar, “Siapa diri kami, bagaimana peluang kami, dan apa yang harus kamikerjakan sudah terprogram melalui hasil kualifikasi PON yang telah berakhir. Intinya, seburuk apapun keadaannya, Jateng sudah kenal, paham, dan tahu diri sendiri”.

Ya, dari sisi ini Jateng memang sudah berada di jalur yang benar. Jika mengacu pada hasil kualifikasi PON, maka kontingen Jateng diperkirakan berkekuatan 625 atlet, dengan target medali: 60 emas, 75perak, dan 50 perunggu.

Sementara dari kualifikasi PON, Jateng memperoleh 75 emas, 79 perak, dan 54 perunggu. Lalu apa target Jateng? Terpenuhinya medali, atau pencapaian peringkat nasional? Berhasilkah Jateng? Kita saksikan sikap dan kesiapan KONI Jateng dalam mengawal kontingen ini melalui siaran langsung di TVKU.

(I Nengah Segara Seni / CN26)

Comments

comments