MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

Solo Tambah Seorang Pembalap di Pra-PON

MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

MEMACU SEPEDA: Para pembalap PPLP Jateng memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (28/7). (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com - Solo menambah seorang pembalapnya yang akan bersaing di arena prakualifikasi PON XIX di Garut, Jabar, Kamis-Sabtu (3-5/8) mendatang. Adrian ‘Dayat’ Hidayat, pembalap tersebut, direkrut untuk memperkuat tim Jateng setelah menjadi yang tercepat dalam latihan bersama sejumlah atlet muda di jalur tanjakan Gunung Lawu, Sabtu (29/8).

Pada adu kebut sepanjang 44,4 km dari Palur hingga Cemoro Kandang (Karanganyar) itu, Dayat mencatatkan waktu dua jam 32 detik (2:00:32). Posisinya dibuntuti Dalton (Banyumas) dengan waktu 2:02:12 dan Woro Fitri (Batang) dalam waktu 2:02:46.

“Hasil latihan bersama itu masuk data bidang Binpres ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia-red) Jateng. Rencananya peringkat tiga besar masuk tim road race, guna melengkapi dua atlet senior yang telah dipastikan turun di nomor itu,” kata pelatih road race Pengprov ISSI Jateng, Agus Sadiyanto, Senin (31/8).

Dua atlet senior yang dipastikan berkostum Jateng di lintasan road race adalah Endra Wijaya dan Warseno. Menurut Agus yang juga pelatih Pengkot ISSI Solo, Dayat punya potensi bagus untuk turut bersaing bersama para pembalap senior di arena prakualifikasi.

Kendati masih duduk di bangku kelas tiga salah satu SMA di Kota Bengawan, namun kekuatan dan performa pembalap remaja itu terus menunjukkan peningkatan. Masuknya Dayat yang juga berstatus atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jateng, bakal menambah jumlah atlet Solo dalam tim tersebut menjadi tiga orang.

Sebelumnya, Kota Bengawan telah memiliki dua pembalap senior yang memperkuat kontingen Pra-PON tersebut. Yakni atlet nomor-nomor jalan raya dan track Endra Wijaya, serta pembalap BMX Toni Syarifuddin. Kedua atlet tersebut hingga kini tercatat sebagai awak pelatnas balap sepeda. Karena itu, Endra dan Toni juga telah mendapat wildcard untuk memperkuat kontingen Pra-PON Jateng. Mereka dijagokan merebut tiket guna menuju PON XIX/2016 di Jabar.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments