Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Solo Raih Delapan Emas Kejurprov Piala Pangdam

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com – Delapan medali emas, tujuh perak dan lima perunggu direbut para karateka Solo pada Kejurprov Karate Jateng memperebutkan Piala Pangdam IV/Diponegoro di GOR Wujil, Ungaran. Raihan tersebut sekaligus membawa kontingen Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Solo menembus papan atas dalam persaingan selama dua hari yang berakhir Jumat (5/12).

”Kami bersyukur, tim bisa memenuhi target. Anak-anak mampu membuktikan kemampuan dirinya dalam persaingan ketat menghadapi para atlet dari 29 kontingen lain yang bertarung pada kejuaraan ini,” kata pelatih Forki Solo, Surya Panca.

Karateka Ngalim Amriyadi menyumbang dua emas dari arena kumite -55 kg dan kata perorangan putra kelompok usia di bawah 21 tahun (U21) putra. Medali emas lain digenggam Ilyas (kumite +70 kg kadet putra), Afif Bayu (kumite -60 kg U21 putra) dan Andi (kumite -75 kg senior putra).

Sebelumnya, atlet lain yang merebut gelar juara adalah Rizal Eka (kumite +50 kg pemula putra), Luvena (kata perorangan usia dini putri), serta trio Luvena, Frida dan Alisa (kata beregu usia dini putri).

Koleksi emas tersebut dilengkapi tujuh medali perak yang diraih Geta Fada (kumite +70 kg kadet putra), Vito (kumite -45 kg pemula putra), Agviant (kumite +50 kg pemula putra), Faiz (kata perorangan pra pemula putra), M Nabil (kata perorangan pemula putra) dan Frida (kata perorangan usia dini putri). Faiz bersama Farel dan Adim juga merebut perak dari kategori kata beregu pra pemula putra.

Adapun perunggu digenggam Farel (kata perorangan pra pemula putra), Agviant (kata perorangan pemula putra), M Nabil (kumite -40 kg pemula putra), Yanuar (kumite -55 kg senior putra) dan Dinar (kumite -84 kg U21).

Surya Panca menambahkan, hasil tersebut menunjukkan banyaknya bibit karateka muda yang bisa menjadi andalan Kota Bengawan pada ajang-ajang berikutnya. Pola penggemblengan terpusat di dojo Forki Manahan bagi para atlet yang disiapkan untuk mengikuti sebuah kejuaraan juga dinilai efektif, selain mereka berlatih di dojo masing-masing.

”Kami akan terus meningkatkan kemampuan para karateka tersebut agar lebih matang pada masa-masa mendatang,” ujarnya.

(Setyo Wiyono/ CN26)

Comments

comments