Foto: KONI

Siman Tetap Percaya Lolos ke Olimpiade

Foto: KONI

Foto: KONI

SELANGOR, suaramerdeka.com - Meski gagal menembus limit waktu A Olimpiade Rio de Janeiro 2016 pada saat mengikuti Kejuaraan Renang Malaysia Terbuka 2016 yang berakhir Minggu (8/5), tak membuat perenang I Gede Siman Sudartawa berkecil hati.

Sebaliknya, dia malah lebih percaya diri untuk tampil pada Kejuaraan Renang Perancis Terbuka 2016 yang sekaligus babak kualifikasi Olimpiade Rio de Jeneiro, 2-3 Juli 2016. “Saya optimis bisa lolos limit A pada Prancis Open nanti. Di Malaysia Open saja, saya tidak difokuskan bisa mencapai waktu lebih baik dari SEA Games 2015,” kata Siman kepada wartawan, Senin (9/5).

Keyakinan pria kelahiran Klungkung, Bali, 8 September 1994 cukup beralasan. Apalagi, dia mengalami kemajuan pesat sejak Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) membantu seluruh program latihannya untuk mewujudkan mimpinya tampil kali kedua di Olimpiade. Sebelumnya, Siman menjadi satu-satunya perenang Indonesia yang tampil di Olimpiade London 2012.

“Keberadaan Satlak Prima sekarang jauh lebih baik terutama dalam memperhatikan persiapan atlet. Baru pertama kali, persiapan tim renang kedatangan Tim Strength and Conditioning yang sangat membantu sekali untuk peningkatan prestasi,” katanya.

Di Malaysia Terbuka, Siman bukan hanya merebut dua emas tetapi berhasil memecahkan rekor 50 meter gaya punggung SEA Games dengan mencatat waktu 25,17 detik. Catatan waktu yang ditorehkan Siman tersebut memecahkan rekor yang dicetak perenang Singapura, Quah Zeng Wen pada SEA Games Singapura 2015 dengan waktu 25, 27 detik. Selain itu, dia juga melampaui catatan waktu peraih perunggu Asian Games Incheon 2014, An Xu Jiayu (Tiongkok) 25,24 detik.

“Ya, Siman memang tidak dipersiapkan khusus untuk Malaysia Open, tetap dia mampu memecahkan rekor SEA Games sekaligus melampaui waktu perenang Tiongkok, An Xu Jiayu yang meraih perunggu Asian Games Incheon 2014,” kata Direktur Performa Tinggi (HPD) Renang, Hartadi Nurtjojo.

Apa yang dicapai Siman dan kawan-kawan, kata Hartadi, sudah sesuai dengan periodisasi yg disusun yaitu pencapaian 99,5 persen dengan beban latihan yang masih tinggi.

(Wahyu Wijayanto / CN26)

Comments

comments