Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Silat Jateng Turunkan Kekuatan Total di Pra-PON

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

Foto: suaramerdeka.com / Setyo Wiyono

SOLO, suaramerdeka.com - Tim pencak silat Jateng bertekad menurunkan kekuatan total pada Pra-PON XIX di Kaltim, 1-8 November mendatang. Sebanyak 18 pesilat sedang disiapkan dalam Pelatda Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng guna memburu tiket maksimal di ajang kualifikasi tersebut.

“Tim telah bertekad memburu sebanyak-banyaknya tiket ke PON Jabar tahun depan. Paling tidak, kami ingin meraih 11 tiket seperti pada Pra-PON periode lalu,’’ kata pelatih kepala Pelatda IPSI Jateng, Indro Catur, Kamis (15/10).

Para atlet itu menjalani pemusatan latihan di kawasan Gajahan, Colomadu. Mereka ditempa dengan berbagai materi peningkat kemampuan dan kekuatan fisik, serta mematangkan teknik pertarungan.

Sementara mental bertanding para pesilat ditempa melalui beberapa ajang uji coba atau try out, misalnya pada kejuaraan internasional di Kuala Lumpur (Malaysia), 8-12 September lalu, juga dalam invitasi pencak silat di Bandung, 25-30 September lalu.

Kualifikasi pencak silat yang akan diselenggarakan di Bandung akan diikuti sebelas kontingen/provinsi. Tim-tim yang akan bertarung dalam perebutan tiket PON di Grup 2 tersebut sejumlah 11 provinsi. Yakni Jateng, DIY, Banten, Jatim, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalbar, Kaltim, Kalteng, Kaltara dan Kalsel.

“Jabar tak ikut kualifikasi, karena sebagai tuan rumah PON secara otomatis mendapatkan wild card. Sementara DKI Jakarta tergabung di grup lain dalam kualifikasi,” ujar Catur.

Persaingan dalam perburuan tiket dipastikan berlangsung ketat. Sebab, kekuatan tim—tim di grup 2 dinilai cukup merata. “Total kuota pada kualifikasi pencak silat ada 23 nomor. Tapi kalau kami bisa meraih separuh saja, maka tiket yang kami genggang sudah relatif dominan,’’ ujarnya.

(Setyo Wiyono / CN26)

Comments

comments